BSK Samawa

TGB Minta Klinik Hamzanwadi jadi Ruang Insani Universal Masyarakat KLU

FOTO. TGB Zainul Majdi saat meresmikan Klinik Hamzanwadi di KLU. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Klinik Hamzanwadi di Kabupaten Lombok Utara (KLU), resmi dioperasionalkan Rabu (19/1). Peresmian dilakukan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) NWDI, TGB Zainul Majdi.

TGB menekankan, masyarakat yang sehat adalah syarat bagi peradaban yang kuat. Oleh karena itu, kebutuhan dan hajat kesehatan bagi warga KLU dan Provinsi NTB harus terus diikhtiarkan.

“Termasuk untuk kemajuan kesehatan bagi bangsa Indonesia,” tegasnya dalam siaran tertulisnya, Sabtu (22/1).

Menurut mantan Gubernur NTB dua periode itu, peradaban bangsa-bangsa yang maju selama ini, lantaran mereka memiliki kesehatan masyarakat yang sehat. Sebab, tidak ada ceritanya kemajuan dapat terwujud dalam keadaan masyarakat yang sakit-sakitan.

Karena itu ajaran-ajaran yang mulia yang ada dalam kehidupan manusia, khususnya ajaran-ajaran agama, ada juga ajaran budaya tapi khususnya ajaran-ajaran agama.

“Lebih khusus lagi kalo kita sebagai muslim, ajaran Islam. Luar biasa perhatian dari Islam untuk membangun suatu keadaan dan kondisi yang sehat,” kata TGB.

Menurut dia, menjadi  manusia-manusia yang sehat, tentunya harus dibarengi masyarakat yang sehat. Itu menyusul, masyarakat yang sehat akan mampu menjadi energi yang luar biasa dalam membangun peradaban yang kuat.

Di mana, lanjut TGB, membangun kesehatan, tidaklah merupakan tanggung jawab sebagian pihak saja. Namun, harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Karena itu, bersyukurlah di Indonesia ada struktur negara yang kuat. Tapi sekuat-kuatnya struktur negara dengan instrumen yang ada, maka menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa keterlibatan bersama,” ungkapnya.

“Sehingga kalau kita baca dalam Al-Qur’an hampir semua perintah kebaikan itu selalu dalam bentuk kolektif jamaah,” sambung TGB.

Sebagai daerah pemekaran. Menurut TGB, tentunya KLU, masih memiliki banyak kekurangan. Mulai dari fasilitas, tenaga kesehatan hingga persepsi terhadap pembangunan kesehatan yang belum pas dan kurang selama ini.

“Mungkin ada sebagian kita menganggap bahwa kesehatan bukanlah prioritas dalam keluarga kita. Hal-hal seperti itu tidak bisa ditangani semuanya oleh pemerintah,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu. TGB berpesan kepada jamaah, khususnya keluarga besar NWDI untuk ikut sungguh-sungguh membangun kesehatan di Lombok Utara

NWDI menurutnya, bukan sekadar membangun madrasah, namun membangun umat. Dan umat itu tidak hanya pendidikan. Umat itu ada kesehatan, ekonomi, kesadaran, kecerdasan, pemahaman dan menjadi tugas bersama.

“Tadi ketua pengurus daerah menyampaikan wujud dari semua fasilitas ini ada karena partisipasi, kontribusi, amal-amal jamaah secara kolektif dari seluruh warga NWDI,” tukas TGB.

Selain itu, esensi kerja dakwah bagi kader NWDI, adalah menyampaikan kebaikan dalam bentuk yang terbaik dan di niatkan dengan niat yang baik. Tak hanya itu, harus juga di laksanakan dengan penuh kepahaman.

“Itulah dakwah. Jadi sarana kita ini harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik. Yakni, jadilah buah bibir dalam hal-hal yang membanggakan. Itulah dakwah, dan klinik ini adalah bentuk dakwah kita, dengan nilai-nilai yang Rasulullah dulu titipkan kepada kita,” jelas TGB.

Ia berharap, klinik Hamzanwadi ini akan mampu menjadi klinik yang mampu menjadi ruang insani yang universal.

“Jadi, siapa pun, latar belakang apa pun, agama apapun di dalam hal kesehatan, pelayanan kepada sesama manusia itu tidak ada batasnya. Nah disitu, kita saling tolong menolong dalam kebaikan,” tandas TGB. RUL.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.