Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB Minta Kepsek Ciptakan Kesenangan di Sekolah

0 9

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi mememinta para kepala sekolah (Kepsek) di seluruh wilayah NTB menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan bagi para siswanya. Hal ini dirasa penting agar tercipta kreativitas dan inovasi.

“Saya ingin kepala sekolah itu fokus bertugas menfasilitasi lahirnya kaum intlektual di sekolahnya. Jadi, buatlah sekolah yang nyaman bagi para anak didiknya,” ungkap Gubernur dalam sambutannya pada diskusi mewujudkan pengelola pendidikan berintegritas di Graha Bhakti Praja, Komplek Kantor Gubernur, Selasa (11/7).

TGB menegaskan, pembentukan ruang inovasi bagi para siswa di sekolah merupakan sebuah keharusan. Sebab hal ini akan membuat sekolah itu akan bisa menjadi terhormat, dibanggakan serta dihormati oleh siapapun. Meski demikian, ia tidak akan memberikan toleransi manakala inovasi yang dilakukan itu menyangkut masalah keuangan.

Oleh karena itu, segala aturan yang menyangkut distribusi keuangan dan mata anggaran dalam perumusan keuangan sekolah agar dipedomi dengan cermat dan detail. “Kalau inovasi pada ruang-ruang fleksibel guna menghindari kasus-kasus dan stigma menakutkan pada anak, saya tidak masalah. Tapi, kalau sudah menyangkut masalah keuangan yang mengarah pada tindakan korupsi, bagi saya itu tidak ada toleransi apapun,” tegas Zainul Majdi.

Menurutnya, dengan telah dimulainya peralihan kewenangan, khususnya untuk jenjang SMA, SMK dan SLB dari pemerintah kabupaten/kota kepada pemerintah provinsi, TGB meminta agar dapat diisi dengan hal yang konstruktif.

Selain itu, langkah akomodatif dan distribusi tenaga pendidik guna menghindari ketimpangan antar sekolah yang selama ini terjadi akan mulai dikurangi. “Semua masalah selama ini dikarenanakan adanya kewenangan provinsi, akan coba kita petakan dan potret secara utuh mulai dari Ampenan hingga Sape. Prinsipnya, siapapun guru dan tenaga administrasinya, mereka harus siap di manapun mereka ditempatkan. Termasuk, kita akan coba cegah dan perbaiki agar jangan lagi ada, praktek tenaga administrasi diminta ngajar kimia,” ujar Zainul Majdi.

Terkait diundangnya Tim Satber Pungli dalam kegiatan kali ini. TGB menambahkan, hal ini lebih pada upaya membantu para kepala sekolah agar dapat memilah mana kebijakan yang mungkin dilakukan manakala ada kekurangan dana operasional dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

“Jika sudah ada diskusi bersama, kan enak jalannya pendidikan itu. Sehingga, akan lahir adanya edaran tertentu terkait mana yang boleh atau tidak. Kalau saya jelas, uang baju dan pungutan bangunan memang tidak saya perbolehkan saat PSB kali ini, tapi nanti kita coba kita lihat dari perkembangan dan situasinya,” tandas Zainul Majdi. fahrul

Leave A Reply