Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB Jadi Pembicara di Forum Pemuda dan Peneliti Internasional 

0 15

MATARAM, DS – Gubernur NTB Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi mengatakan, bonus demografi (demographic dividend) yang sedang berjalan di Indonesia dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2030, haruslah dipersiapkan dengan baik.

 

Sebab, di era tersebut diperkirakan sebagian besar populasi di Indonesia didominasi penduduk usia produktif. Yakni, jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen, sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun) yang akan terjadi pada tahun 2020-2030.

 

“Sehingga, perlu strategi terbaik guna menyiapkan para generasi muda yang produktif dan unggul, akibat adanya bonus demografi tersebut,” ungkap  Gubernur saat  menjadi pembicara pada diskusi panelis utama (main panel discussion) dalam ‘Indonesian Scholars International Convention (ISIC-SI) 9th’, di Gedung Warwick Centre, Kota Warwick, Inggris, Rabu (26/7).

 

TGB mengaku, strategi transformasi pemuda untuk menyongsong persaingan global di masa yang akan datang. Salah satunya melalui pendidikan.  Sebab, menurutnya, apabila suatu negara atau daerah ingin maju, kuat dan sejahtera. Maka, yang perlu diperkuat adalah pendidikan.

 

“Sehingga, khusus di NTB, kami secara konsisten tetap mengalokasikan sebanyak 20 persen anggaran dari total APBD untuk sektor pendidikan,”  kata Gubernur.

 

Menurut TGB, konsistensi dalam sektor anggaran pendidikan ditunjukkan. diantaranya melalui, penyiapan anggaran untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pemuda melalui beasiswa, peningkatan kapasitas guru, peningkatan metode pengajaran, serta membangun sekolah di daerah-daerah terpencil di semua wilayah di NTB.

 

Selain itu, kata Gubernur, inovasi dan strategi dalam persiapan menikmati bonus demografi di tahun 2030, dilakukan melalui sejumlah kebijakan. Yakni,  melakukan reviltasliasi, fasilitasi dan penguatan peranan pemuda bagi pertumbuhan ekonomi, melalui pelatihan skill dan manajemen usaha.

 

Bahkan, lanjut dia, penguatan peran dan keterlibatan mahasiswa diberdayakan langsung melalui program pendampingan bagi ibu hamil dan bayi, yang dikenal program ASHAR (Aksi Seribu Hari Pertama Setelah Melahirkan), menciptakan 200.000 wirausahawan baru dan mendorong peningkatan kualitas UMKM.

 

“Kebijakan lain yang diterapkan, tidak lain menumbuhkan semangat kepeloporan pemuda dalam menciptakan desa wisata berdasarkan ciri khas dan potensi setempat dengan tetap menjaga kelesatarian hutan dan lingkungan, serta menumbuhkan minat baca dan mengembangkan usaha kecil menengah dengan memanfaatkan bahan baku lokal,” jelas TGB.

 

Event gabungan Konvensi Internasional Peneliti Indonesia (ISIC) dan Symposium Internasional ke-9  Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia yang diikuti lebih dari 1.500 orang peneliti dan pemuda pelajar dunia itu, dibuka langsung Duta Besar RI untuk Inggris, Dr. Rizal Sukma. Turut hadir, Duta Besar/Utusan Tetap Delegasi Republik Indonesia untuk UNESCO, Prof. Fauzi Soelaiman dan Duta Perdagangan Perdana Menteri Inggris khusus untuk Indonesia, Richard Graham.

 

Selain TGB, acara yang di mulai pukul 10.30 waktu setempat dan berakhir sekitar pukul  13.00 waktu Inggris atau sekitar pukul 21.00 WITA, dan dipandu ketua panitia penyelenggara, Samuel Leonardo Putra bersama Ketua PPI di Inggris, Alanda Kaiza tersebut juga menhadirkan mantan Menteri ESDM, Sudirman Said sebagai Keynote Speaker sekaligus membuat kesimpulan pada acara diskusi panel tersebut.

 

Meski demikian, paparan yang diberikan Gubernur NTB, nampaknya kian membuat para peserta diskusi semakin penasaran dan antusias. Apalagi, gagasan dan pemikiran yang disampaikan kepala daerah termuda yang pernah meraih rekor MURI sebagai Gubernur termuda di Indonesia menggunakan bahasa inggris, dirasa sangat realistis dan merupakan inovasi baru bagi para mahasiswa asing tersebut.

 

Sehingga, seusai acara mereka terus menunggu TGB untuk dapat  mengetahui dan mendengar penjelasan langsung terkait teknis pelaksanaanya. Apalagi, TGB sempat mengajak pemuda Indonesia agar mampu meneguhkan idealisme, patriotisme, dan spirit of nation mereka.

 

“Dalam ajaran islam sebagaimana dicontohkan nabi Muhammad SAW, yaitu ibda’ binafsih (Mulailah dengan diri sendiri). Jadi, para pemuda Indonesia tidak hanya senantiasa dituntut melakukan upaya-upaya konstruksi intelektualitas dan mentalitas demi menjawab berbagai tantangan kedepan, tetapi juga perlu memahami budaya-budaya lokal, klasik, sejarah bangsa, dan patriotisme,” tandas Gubernur.fahrul

Leave A Reply