Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB DIIDOLAKAN PARA SANTRI & CALON HAFIZ

0 23

MEDAN,DS-Kunjungan Gubernur di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (4-6/8-2017),  dalam rangka memenuhi undangan dari para ulama dan tokoh masyarakat di sana, disambut antusias. Di Rumah Tahfizh Miftahul Jannah, Gubernur NTB disambut antusias para santri dan warga sekitar.

Ratusan santri berbaris rapi di sepanjang jalan menuju Rumah Tahfizh sambil mengumandangkan sholawat nabi menyambut kehadiran TGB. Tak hanya keluarga besar Rumah Tahfizh Miftahul Jannah yang nampak sukacita, para wali santri dan masyarakat sekitar juga ramai mengelukan kehadiran TGB. Di tempat ini, Gubernur TGB benar-benar menjadi idola.

Di hadapan santri TGB memberikan tauziyah. Para santri diingatkan lebih tekun belajar dan terus menghafal Alquran. Sebab mereka adalah para generasi yang akan menjadi penerang Kota Medan, kota metropolitan terbesar di Pulau Sumatera.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Rumah Tahfizh Miftahul Jannah, Hj. Sri Wahyuni, menyampaikan, bahwa Rumah Tahfizh ini merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendidik dan membina para santri menjadi penghafal Alqur’an (Hafizd). Hal inilah yang melatarbelakangi mengapa mereka mengundang TGB untuk hadir dan memberikan ceramah di Rumah Tahfizh Miftahul Jannah.

Menurut Hj. Sri Wahyuni, kehadiran TGB yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB akan sangat memotivasi para santri dalam belajar. Karena mereka dapat melihat langsung sosok seorang gubernur al hafidz (penghafal Alquran) dan juga ulama besar. Apalagi, TGB sudah diakui secara nasional sebagai salah seorang pemimpin sukses yang berasal dari kalangan pesantren.

Dalam tausiyahnya, TGB mengajak keluarga besar Rumah Tahfizh Miftahul Jannah untuk melihat dunia dengan dua sisi sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Yaitu, dunia tidak hanya dilihat dari sisi materi. Dunia tidak diukur dengan sebesar besar kekayaan yang dikumpulkan. Namun, dunia harus dilihat dari sisi keimanan yang dimiliki seseorang. Sehingga, keimanan itulah yang menjadi penopang manusia untuk hidup di dunia, yang pada gilirannya akan selalu berbuat baik sebagai modal untuk kehidupan di akhirat.

Dengan dasar keimanan itu, kata TGB, seseorang akan memiliki kekuatan baik secara individu maupun kolektif. Karena, kekuatan untuk menjaga kebaikan selalu diberikan Allah kepada suatu tempat dimana tempat tersebut hadir orang-orang yang senantiasa menjaga kebaikan. Salah satu yang akan menjaga kebaikan itu terus berlanjut adalah para santri penghafal Alquran.

INTISARI  SEGALA KEBAIKAN

Dalam tausiyahnya dihadapan ratusan santri santriwati Hafiz di  Rumah Tahfizd Mithahul Jannah  Kota Medan, Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi juga mengingatkan pentingnya menyiapkan anak anak menjadi anak yang sholeh sholehah, karena merupakan intisari dari berbagai kebaikan.

Dijelaskannya, meskipun umur umat Nabi Muhammad ini tidak panjang, yaitu berkisar antara 60 sampai 70 tahun, kalau umat ini menempuh jalan yang diajarkan rasul, maka umur itu akan dilipatgandakan dengan kebaikan yang dilakukan. Salah satunya adalah menyiapkan anak-anak kita agar menjadi anak yang sholeh sholehah. Anak yang sholeh-sholehah menurut TGB merupakan  Intisari segala kebaikan. Dan salah satu jalan untuk membentuk anak yang sholeh-sholehah adalah mendekatkan mereka kepada  kepada Al-Quran.

Gubernur Alumni Mesir ini menyampaikan bahwa Allah sering mengambarkan kehidupan ini sebagai sebuah perniagaan, yang modal utamanya adalah umur dan sehat. Kalau diukur dengan kehidupan dunia, perniagaan atau bisnis yang sukses adalah diukur seberapa besar keuntungan material yang didapat pebisnis itu. Semakin banyak keuntungan yang didapat, semakin sukseslah sesorang itu.

Namun, bagi seorang muslim, ukurannya adalah seberapa besar sesorang menabung kebaikan selama hidup  Sebab, kalau sesorang meninggal dunia, maka akad ada dua pembicaraan, yaitu pembicaraan para malikat dilangit dan pembicaraan manusia di bumi. Di langit para malaikat akan membicarakan seberapa besar kebaikan dan ibadah yang sudah dilakukan oleh orang itu. Namun, Kalau di dunia, manusia akan membicarakan apa yang dia tinggalkan untuk keluarga dan ahli warisnya.

“Yang peling beruntung adalah, kita meninggalkan anak yang sholeh-sholehah sebagai amal jariyah dan menjadi syafaat di akhirat, ungkap TGB.

TGB berharap, anak-anak yang masuk dan menuntut ilmu Al-Quran di rumah tahfizd ini menjadi syafaat bagi kebaikan-kebaikan yang telah diamalkan para orang tua. Sehingga, ketika nanti di akhirat dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, para orang tua bisa jawab. Yaitu, orang tua telah meninggalkan yang anak sholeh-sholehah, sebagaimana tuntunan Al-Quran dan hadits.

TGB mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memerlukan anak-anak, pemuda atau figur yang memiliki keteguhan iman, karakter yang kuat, tidak cengeng dan berani mengahadapi tantangan.  “Semua itu lahir dari anak-anak yang cinta Al-Quran,” pungkasnya.hms

Leave A Reply