Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB Didatangi Penyidik Polda Metro Jaya

0 11

MATARAM, DS –Sebanyak tiga orang penyidik dari Polda Metro Jaya menemui Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi di Pendopo Gubernur NTB jalan Pejanggik, Kota Mataram pada Kamis malam (20/4). Kedatangan tim penyidik guna melakukan klarifikasi atas kasus penghinaan bernada SARA yang dilakukan SHS terhadap orang nomor satu di NTB sewaktu proses antrian di counter check in pesawat Batik Air di Bandara Changi, Singapurapada Minggu (9/4) lalu sekitar pukul 14.30 waktu Singapura.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Yusron Hadi, membenarkan kedatangan tim penyidik yang diterjunkan oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya itu. Yusron yang saat itu mendampingi Gubernur menegaskan, jika Gubernur hanya bersifat memberikan klarifikasi terkait kronologi kejadian umpatan yang dilakukan Steven. Bahkan, Hj. Erica Zainul Majdi juga dimintai keterangan oleh tim penyedik.

“Pak Gubernur mengatensi kedatangan tim penyedik. Ini berarti, aparat kepolisian sangat serius merespon laporan masyarakat terkait penghinaan yang menimpa dirinya beberapa waktu lalu itu,” ungkapnya menjawab wartawan, Jumat (21/4).

Karo Humas mengaku, Gubernur sebenarnya telah memaafkan Steven. “Pak Gubernur setahu saya, sudah memaafkan dan menghargai pernyataan maaf bermaterai yang disampaikan oleh saudara Steven. Mengingat, ajaran agama juga mendorong umat dimanapun untuk memberi maaf kepada orang yang salah,” kata Yusron.

Namun demikian, meski Gubernur telah meminta agar jangan ada provokasi apapun, apalagi melakukan tindakan berlebihan menyikapi persoalan tersebut. sayangnya, TGB, tidak bisa mencegah banyaknya masyarakat yang telah mengadukan kasus penghinaan ini ke aparat kepolisian. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya dengan baik dan menuntaskannya.

“Yang pasti, kita tunggulah action plan selanjutnya dari pihak kepolisian. Sekali lagi, Pak Gubernur telah berpesan agar terus menjaga kondusifitas daerah NTB yang sudah aman ini untuk terus dipelihara dengan baik,” ujar Yusron.

Diketahui, kasus penghinaan terhadap Gubernur NTB ini kemudian menuai kegeraman dari banyak pihak. Masyarakat dari berbagai elemen, kemudian mengadukan kasus ini ke Polda Metro Jaya karena Steven diketahui bertempat tinggal di Jakarta. Bahkan, ada juga yang mengadukan kasus ini ke Kepolisian Daerah NTB.

Tercatat beberapa tokoh nasional dari etnis Cina seperti Jusuf Hamka dan Lieus Sungkharisma juga melaporkan kejadian ini karena menganggap ini sebagai penghinaan. Penghinaan itu tidak hanya terhadap pria yang dikenal juga sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) pribadi, namun juga kepada seluruh bangsa Indonesia.

Sementara itu, TGB mengaku sudah berkomunikasi dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia yang juga bereaksi keras. Syahrul termasuk yang akan bersurat ke Kapolri untuk meminta penuntasan kasus ini.

Gubernur mengatakan, petugas dalam hal ini polisi, perlu mencari kejelasana siapa sesungguhnya Steven ini. Banyak spekulasi tentang pribadi yang bersangkutan termasuk informasi yang beredar di tengah masyarakat bahwa yang bersangkutan memiliki KTP yang bermasalah atau bahkan palsu. Kalau informasi ini benar, menurut TGB, berarti ada potensi pemalsuan dokumen negara. “Yang bisa menginvestigasi secara tuntas adalah kepolisian agar semua hal terkait peristiwa ini menjadi jelas,” tegas TGB melalui pesan Whatsappnya pada wartawan, Jumat (21/4) kemarin.

Gubernur menambahkan, selain surat permohonan maaf yang telah dimuat media juga ada surat pernyataan yang juga ditandatangani yang bersangkutan dan saudara Jones Djatisasmito yang juga menyaksikan peristiwa di Changi serta mengaku sebagai keluarga pelaku. “Saya yakin apabila kepolisian serius, maka yang bersangkutan akan dapat segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandas Zainul Majdi. fahrul

Leave A Reply