Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB : Desa Inovatif Akan jadi Program Tahunan

0 14

MATARAM, DS – Festival Desa Inovatif yang baru kali pertama diselenggarakan tahun ini akan dihelat setiap tahun. Diharapkan, program ini akan dapat mendorong lahirnya masyarakat desa guna menyelesaikan sendiri masalah mereka. Apalagi, persoalan masyarakat desa cenderung sangat komplek dan berbeda model penanganannya.

“Desa inovatif ini, bagi saya adalah merupakan program masa depan NTB,” tegas Gubernur NTB, TGH.Zainul Majdi, dalam sambutannya saat membuka Festival Desa Inovatif tingkat provinsi NTB di Taman Budaya, Kota Mataram, Kamis (30/3).

Dalam skema program inovasi desa itu, biasanya masyarakat akan mampu menunjukkan suatu kreasi kemandirian masyarakat untuk mampu menyelesaikan masalah mereka. Tentunya, dengan cara yang berbeda-beda. Titik tolaknya, kata dia, masyarakat akan bisa mendiagnosa dan mengidentfikasi masalah. Terlebih, solusi keuntungannya pun relatif tidak berbiaya tinggi, tidak, rumit dan tidak teoritis.

“Dan yang menariknya, penyelesaiannya sangat praktis dan sederhana. Sehingga, program-program kayak gini akan terus kita kembangkan dan pelajari,” ujar Gubernur seraya menambahkan program inovasi tingkat desa, selanjutnya akan bisa dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan atau pembangunan di tingkat desa.

Kedepan, program ini bisa menjadi embrio dari aktifitas ekonomi karena ada pola-pola pembangunan desa dilakukan melalui rembug warga. Oleh karenanya, lanjut Gubernur, program ini akan dapat membuka mata masyarakat perkotaan untuk dapat belajar menyelesaikan masalah, seperti yang telah dilakukan masyarakat desa

“Step kedua ini sangat penting, yakni pandangan masyarakat desa yang identik dengan keterbelakangan bakal hilang dan terbantahkan. Karena, memang mereka sudah mampu menyelaikan masalah di desanya dengan inovasi yang mereka lakukan,” jelas Zainul.

Ia mencontohkan persoalan yang dihadapi masyarakat perkotaan selama ini diantaranya soal kebersihan. “Kalau di desa masalah kebersihan dan sampah itu sudah klear, bahkan tidak berbiaya besar selama ini. Jadi, perlu warga kota belajar ke masyarakat desa terkait cara-cara penanganan persampahan,” ucap dia.

Pemprov akan memasilitasi dan mengembangkan program ini lebih serius ke level yang lebih luas, diantaranya festival desa wisata dan budaya. Selain itu, gerakan sehat cerdas bagi masyarakat desa akan lebih difokuskan.

“Insya Allah, komitmen saya akan ada apresiasi lanjutan menjadikannya program tahunan. Karena, sudah ada embrio dari programnya,” tandas Zainul Majdi.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinas PMPD-Dukcapil), NTB, Rusman MH, mengatakan, Festival Desa Inovatif merupakan kegiatan pertama di Indonesia. Menurutnya, ajang ini merupakan festival pertukaran pengetahuan dan inovasi yang tumbuh dan berkembang di semua desa NTB.

“Festival ini diharapkan menjadi model pengelolaan, serta pertukaran pengetahuan dan inovasi guna mendorong kemajuan pembangunan di desa, menuju NTB sebagai destinasi wisata pengetahuan dan inovasi di tanah air,” ujar Rusman.

Mantan Karo Hukum Setda NTB itu mengaku, festival ini lahir dari hasil diagnosa yang dilakukan oleh pelaku program generasi sehat dan cerdas (Generasi) di beberapa wilayah di NTB. Menurutnya, hasil diagnosa, menunjukkan jika ditemukan kegiatan-kegiatan inovatif yang dilakukan atas inisiatif masyarakat, termasuk oleh pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten. Terutama, inovasi dalam mengembangkan kegiatan pelayanan sosial dasar (PSD). Yakni, pendidikan dan kesehatan.

“Namun, kegiatan-kegiatan tersebut hanya berseliweran di desa-desa, atau bahkan hanya di benak para pelakunya, belum diketahui oleh khalayak, karena belum dikelola dengan baik. Sehingga, kami mencoba bekerjasama dengan Generasi mengembangkan sebuah model pengelolaan pengetahuan dan inovasi yang ada dalam bentuk sebuah festival,” tandas Rusman.fahrul

Leave A Reply