Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB : Bahaya, Politisasi Agama Dijadikan Alat Raup Kekuasaan di Pilkada

5

FOTO. Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Ketua Umum Dewan Tanfidziyah PB NW, Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi meminta agar politisasi agama  untuk mendapatkan kekuasaan atau memenangkan kontestasi politik agar tidak dilakukan. Sebab, hal itu akan berdampak buruk dan berbahaya.

Mantan Gubernur NTB itu perlu mengingatkan hal itu, lantaran dalam Pilkada Serentak kali ini, telah mulai muncul dan marak akan politisasi agama yang dihembuskan kelompok tertentu.

“Menurut saya, politisasi agama bentuk paling buruk dalam hubungan agama dan politik. Sekelompok kekuatan politik menggunakan sentimen keagamaan untuk menarik simpati kemudian memenangkan kelompoknya. Menggunakan sentimen agama dengan membuat ketakutan pada khalayak ramai. Menggunakan simbol agama untuk mendapatkan simpati,” ujar TGB dalam siaran tertulisnya, Jumat (20/11).

TGB menegaskan, politisasi agama merupakan pemanfaatan agama semata untuk mendapatkan kekuasaan atau memenangkan kontestasi politik, atau agama jadi instrumen untuk mendapatkan hasil politik.

Namun, kata Ketua Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia itu, politisasi agama juga bisa baik kalau nilai-nilai mulia agama menjadi prinsip dalam berpolitik, sebagaimana yang dilakukan para pendiri bangsa ini.

“Maka politik menjadi hidup dan bagus karena ada nilai agama,” tegas TGB

Melihat kejadian akhir-akhir ini, TGB menilai ada kelompok tertentu mempolitisasi agama dengan tujuan politik, murni untuk mencapai kekuasaan.

“Kita perlu literasi, perlu penegasan bahwa politik bagian dari muamalah, politik bukan akidah,” kata TGB. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.