Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB Atensi Peran Pelaku Industri Pariwisata NTB 

0 7

MATARAM, DS– Predikat NTB yang selama ini dikenal dengan sebutan ‘Nasib tergantung Bali’ dalam bidang pariwisata, dipastikan bakal bergesar. Sebabnya, kini NTB telah menjelma menjadi ‘No transit Bali’. Hal itu menyusul pintu akses jalur transportasi udara ke NTB mulai terbuka dan malah berkembang pesat.

Baru-baru ini telah ada penerbangan langsung dari mancanegara langsung alias tidak perlu lagi via Bali. Sejak sebulan terakhir, Korean Air sudah membuka penerbangan carter dari Incheon ke Lombok.

“Mudah-mudahan bisa diperbanyak menjadi direct flight. Sehingga, istilah Nasib tergantung Bali akan pudar menjadi No transit Bali,” tegas Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar RI Tazbir, saat menghadiri pembukaan ajang Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017 di Kota Mataram, Jumat (18/8) petang.

Menurutnya, saat ini, cukup tinggi pertumbuhan pariwisata secara nasional di ASEAN. Indonesia salah satu dari  20 negara yang pertumbuhan wisman tertinggi dengan 24 persen dan di dalamnya diyakini merupakan kontribusi NTB.  Hal ini tidak bisa dimungkiri karena banyak berbuat, tidak hanya event tapi juga meningkatkan kunjungan dengan akses penerbangan, termasuk Korea. “Mudah-mudahan nantinya bisa reguler,” kata Tazbir.

Pihaknya memuji pariwisata NTB yang tekun promosikan NTB sebagai destinasi wisata tingkat internasional, ‘’Bukti sudah banyak kegiatan yang dilakukan di NTB,” ungkap Tazbir.

Terpisah, Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi saat membuka ajang BPLS 2017 mengaku, sangat mengapresiasi para pelaku industri wisata yang telah berbuat memajukan industri pariwisata di wilayahnya.

Oleh karena itu, upaya terus melakukan promosi budaya, terus ciptakan inovasi dalam ranah budaya, selain bertujuan agar NTB lebih atraktif, yang utama agar agama dan budaya bisa berperan sebagai filter terbaik bagi kita semua. “Yang perlu kita sadari mari gali hal terbaik dari agama dan budaya untuk jadi bekal bangun daerah yang kita cintai,” tegas TGB.

Sementara itu, pembukaan BPLS 2017 terpantau berlangsung meriah. Kegiatan yang berlangsung di depan Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, dipadati ratusan masyarakat yang tumpah ruah sekadar ingin menyaksikan langsung karnaval budaya dari sepuluh kabupaten/kota yang ada di NTB.

Beragam atraksi menarik ditampilkan dalam karnaval tersebut. Mulai dari kendaraan hias dengan ornamen Suku Sasak, kesenian Gendang Beleq, penampilan para pengrajin gerabah, hingga pasukan pengibar bendera (paskibra) NTB.

Tak kalah ketinggalan, sejumlah Desa Wisata seperti Desa Wisata Setanggor, Desa Wisata Penujak, hingga Kampung Adat Bayan ikut unjuk gigi.

Semarak karnaval semakin terasa begitu presean, seni bela diri asal Lombok tampil. Pukulan demi pukulan yang diarahkan kepada lawannya mengundang penonton untuk mengabadikan melalui gawainya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan,  karnaval ini merupakan rangkaian dari Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017. BPLS 2017 yang merupakan kalender pariwisata NTB dimulai pada 18 Agustus hingga 16 September. “Karnaval ini diikuti 10 kabupaten/kota di NTB sekitar 1.500 peserta dengan 12 kendaraan hias yang mencerminkan kekayaan dan potensi yang ada di NTB,” ungkap Faozal.fahrul

Leave A Reply