Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB Ajak Pola“Money Follows Function” Dimulai di NTB

0 9

MATARAM,DS-Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi meminta para bupati/walikota di NTB agar meningkatkan kualitas perencanaan daerah. Langkah ini dimaksudkan agar tercipta sinergitas dan sinkronisasi program kegiatan antara pemerintah pusat, daerah, kabupaten/kota hingga tingkat desa yang lebih tepat sasaran dan menyentuh kepentingan masyarakat. Menurutnya, jika konsep itu bisa dilakukan, kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tinggal menunggu waktunya.

Gubernur perlu menegaskan hal itu lantaran dalam Undang Undang Nomor 32 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda) telah digariskan adanya konsep “money follows function” yang diharapkan akan berdampak baik bagi keuangan daerah.

Zainul Majdi dalam Musrenbang provinsi NTB di hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Kamis (6/4) mengakui konsep “money follows function” merupakan model pengalokasian anggaran yang harus didasarkan pada fungsi masing-masing unit/satuan kerja yang telah ditetapkan undang-undang.

“Dengan begini, maka syarat awal yang harus dipenuhi dalam penerapan konsep ini adalah “the right man in the right place” agar konsep ini semakin tepat sasaran,” ungkap Gubernur.

Menurutnya, pengenalan metode baru ini tidak lain guna mengoptimalkan kinerja dari setiap instansi pemerintah. Sehingga, jika setiap orang telah ditempatkan di posisi yang tepat/sesuai dengannya, tentu kinerja yang dihasilkan akan lebih baik.

“Setiap uang yang kita belanjakan, harus memiliki fungsi. Sekali lagi, jangan sembarangan mengeluarkan anggaran apapun jika tidak memiliki outcame yang jelas bagi masyarakat,” tegas Gubernur.
Dalam kesempatan itu. TGB meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan RKPD NTB tahun 2018 agar memfokuskan kegiatannya pada program yang menyentuh aspek kehidupan dasar masyarakat. Diantaranya, pembanguna infra struktur pertanian, pendidikan, kesehatan dan, perhubungan.

“Bila perlu para bupati dan walikota di NTB meniru cara saya membuat kebijakan tahun jamak membangun infrastruktur jalan selama dua kali periode kepemimpinan. Tinggal, diajaklah dewan untuk berkomunikasi terkait rencana ini. Insya Allah, sepanjang untuk kemaslahatan rakyat, saya pikir para anggota dewan akan merespon keinginan kita,” ujar Gubernur.

Hal lainnya yang diingatkan Gubernur kepada para bupati/walikota, yakni keberadaan para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus terus dijaga kesinambungan usaha mereka. Sebab, hanya para UMKM dan IKM yang dapat tumbuh survive ditengah badai krisis keuangan selama ini.

“Saya minta identikasi dan pangkas sejumlah regulasi yang menyulitkan tumbuhnya usaha ekonomi kreatif, industry kecil dan UMKM di NTB,” tegas Gubernur lagi. Fahrul

Leave A Reply