Berbagi Berita Merangkai Cerita

Terpapar Covid-19 Pasca Divaksin Sinovac, Danrem Diduga Kena Transmisi Lokal di Mataram

173

FOTO. Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri (kanan) didampingi Kabid P3KL Dinas Kesehatan setempat, Oka Wiguna saat memberikan keterangan pada wartawan di ruang kerjanya. (FOTO. RUL/DS).

 
MATARAM, DS – Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti, Brigjen TNI, Ahmad Rizal Ramdhani, akhirnya terpapar Covid-19.  Padahal, orang nomor satu di tubuh Korem Wirabhakti itu bersamaan dengan jajaran Forkopimda NTB, termasuk Gubernur Zulkieflimansyah dan tokoh masyarakat telah disuntik vaksin sinovac pada Kamis (14/1) lalu.

          Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, membenarkan jika Danrem terpapar virus corona.  Menurut dia, kondisi Danrem terpantau dalam kondisi baik dan sehat sejauh ini.

“Informasi yang kami terima, Pak Danrem sudah melakukan isolasi diri di salah satu asrama Korem dengan pengawasan penuh dari pihak RSAD setempat,” ujar Fikri menjawab wartawan di ruang kerjanya, Selasa (26/1).

          Menurut dia, siapapun yang menerima vaksin asal China tersebut akan bisa terkena Covid-19. Untuk itu, diperlukan pemberian vaksinisasi Sinovac tahap berikutnya atau tahap ke-2. Apalagi, merujuk pendapat dari sejumlah ahli, bahwa vaksin itu butuh waktu untuk membentuk kekebalan tubuh dalam diri seseorang.

          “Sehingga, bisa saja terpapar Covid-19 selama belum terbentuk antibodi atau kekebalan itu. Maka vaksinasi kedua itu akan bisa membentuk antibodi maksimal , 65,3 persen,” tegasnya.

          Fikri mengungkapkan, vaksinisasi kedua atau yang dikenal dengan booster sangat penting dilakukan. Dimana, anti bodi dalam diri seseorang membutuhkan waktu dua minggu untuk bisa terbentuk.

          “Khusus pada kasus Pak Danrem bisa jadi vaksinisasi pertama belum bekerja maksimal. Makanya, beliau terpapar Covid-19. Jadi, kita sarankan siapapun yang sudah melakukan vaksin tahap pertama untuk melakukan vaksin lanjutan pada tahap kedua yang sebentar lagi akan kita lakukan,” jelasnya.

          Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Oka Wiguna mengatakan, kuat dugaan jika Danrem terpapar virus corona akibat transmisi lokal.

          Sinyaleman itu dipicu. Saat ini, inside rate di Kota Mataram cukup tinggi. Yakni, dari 100 ribu penduduk di Kota Mataram yang terinfeksi virus corona berjumlah sebanyak 339 orang.

          “Prevelensi kasus di Mataram adalah sebanyak 339 per 100 ribu orang. Itu sangat tinggi, yakni jika kita analogikan jumlah penduduk Kota Mataram misalnya, 500 ribu orang, maka ada sekitar 1.500 kasus yang akan terpapar,” jelas Oka.

          Menurut dia, resiko warga Mataram terpapar corona sangat tinggi. Hal ini, tidak lain kasus transmisi lokal sangat tinggi angkanya akhir-akhir ini.

          “Kan Pak Danrem itu warga Kota Mataram, jadi kuat dugaan dengan padatnya aktifitas dan mobilitas beliau maka juga rentan beliau terpapar transmisi lokal tentunya,” tegas Oka.

          Terkait siapa kontak erat dengan Danrem. Menurut Kadis Kesehatan Lalu Hamzi Fikri, tentunya adalah keluarga terdekatnya. Yakni, istri dan anak-anaknya, termasuk lingkungan kerjanya.

“Nah, jika Pak gubernur dan Kapolda sudah pernah kontak dalam beberapa hari terkahir, lantaran ada kunjungan pak Pangdam, maka jelas beliau juga akan disarankan melakukan swab untuk mengetahui kondisinya,” jelas Kadis Kesehatan.

          Hanya saja, lanjut Oka, yang mengetahui siapa orang-orang yang melakukan kontak erat adalah Danrem sendiri.

          “Yang jelas, kita tahu itu selama ini, Pak Danrem itu adalah orang yang getol mengkampanyekan 3M, serta beliau salah satu tokoh yang paling patuh terhadap protokol kesehatan. Kami meyakini, langkah-langkah , tracing sudah juga beliau lakukan di internal Korem Wirabhakti,” tandas Kabid P3KL Oka Wiguna menjelaskan. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.