Menu

Mode Gelap

Hukum · 8 Okt 2019 19:31 WITA ·

Terobos Hutan Pesugulan Rinjani, Puluhan Warga Rusak Spanduk PKTI Sambil Bernyanyi “Garuda Pancasila”


					Puluhan warga membongkar satu pondok dan satu tenda terpal yang ditempati oleh petugas BTNGR di Hutan Pesugulan, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lotim Perbesar

Puluhan warga membongkar satu pondok dan satu tenda terpal yang ditempati oleh petugas BTNGR di Hutan Pesugulan, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lotim

MATARAM, DS – Puluhan ibu-ibu dan anak-anak ngotot masuk kawasan Hutan Pesugulan di Kawasan Gunung Rinjani di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Peristiwa penerobosan yang berlangsung sejak Jumat (4/10) lalu, dilaporkan masih berjalan hingga kini. Parahnya, pada Selasa (8/10), sekitar 60 orang yang merangsak masuk itu melakukan aksi protes sambil menyanyikan lagu Garuda Pancasila.

Pasca penerobosan, petugas piket jaga Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) tetap menjalankan tugasnya. Mereka bermalam di lokasi melakukan penjagaan dan pengamanan, patroli, serta penyiraman bibit pohon.

Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah II BTNGR, Benediktus Rio Wibawanto, membenarkan peristiwa penerobosan lahan dengan rangkaian kejadiannya. Menurut dia, semua aksi warga itu telah diposting lengkap pihaknya di akun Instagram TNGR. “Iya, mas. Bisa lihat di IG balai juga,” ujarnya yang dikonformasi wartawan, Selasa (8/10) kemarinm

Dalam unggahan itu dikatakannya kelompok ibu-ibu lainnya yang berjumlah sekitar 60 orang mulai kembali berdatangan ke kawasan Hutan Pesugulan dan bergabung bersama kelompok masyarakat yang telah bermalam pada hari sebelumnya.

Mereka bersama-sama menyanyikan lagu Garuda Pancasila dan kemudian merusak spanduk larangan pemanfaatan kawasan tanpa izin (PKTI) Hutan Pesugulan yang telah dipasang di pintu masuk.

Warga juga membongkar satu pondok dan satu tenda terpal yang ditempati oleh petugas. Barang-barang bongkaran dimasukkan secara bergantian oleh ibu-ibu ke mobil TNGR dan berharap penjagaan dibubarkan.

Petugas sempat mencegah ibu-ibu yang akan menurunkan Bendera Merah Putih. Petugas gabungan juga melakukan dialog untuk mencegah ibu-ibu itu merusak berugaq yang dijadikan tempat bermalam personil Brimob Polda NTB.

Hingga Sabtu (5/10), kelompok masyarakat masih tetap bertahan di dalam kawasan hutan Pesugulan. Demikian juga petugas mulai kembali membangun tenda darurat, memperbaiki jaringan listrik dan air. “Iya, masih bertahan,” ujar Rio.

Diketahui, kelompok warga yang berjumlah sekitar 60 orang itu dilaporlam merangsek masuk ke dalam kawasan hutan Pesugulan, desa Bebidas, kecamatan Wanasaba, Lombok Timur. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (4/10) lalu sekitar pukul 08.30 Wita.

Kendati waktu yang diperbolehkan untuk mengambil barang dan sisa panen telah berakhir, kelompok warga yang kebanyakan dari ibu-ibu dan anak-anak itu tetap menerobos masuk kawasan hutan Pesugulan. fm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Ajak Bupati Bima Bantu Mahasiswa yang Diamankan Polda NTB

20 Mei 2022 - 07:35 WITA

Perdagangan Orang Harus Dicegah Seluruh Pihak

18 Mei 2022 - 06:02 WITA

Program NTB Zero Unprosedural Mulai Terwujud, Kadis Nakertrans NTB Atensi Kiprah Kades dan Kadus

17 Mei 2022 - 17:13 WITA

Tuding Abdul Aziz Sebar Hoaks Soal Lahan 60 Hektare, Kuasa Hukum Ali BD Ajukan Rekonpensi di PN Sumbawa

12 Mei 2022 - 16:22 WITA

Korem 162/WB Gelar Penyuluhan Hukum

26 April 2022 - 15:11 WITA

Satresnarkoba Polresta Mataram Ciduk Pengedar Sabu Jelang Lebaran

25 April 2022 - 14:29 WITA

Trending di Hukum