Berbagi Berita Merangkai Cerita

Terlanjur Gembira, Ternyata Ahyar Hanya “Rayakan” Surat Jawaban

0 9

MATARAM, DS – Ternyata Ahyar hanya mendapatkan surat jawaban dari DPP Gerindra, bukan sebagai dukungan penuh kepadanya sebagai calon Gubernur NTB. Namun, Walikota Mataram itu sudah terlanjur bergembira.

Wakil Ketua DPD Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Gerindra NTB HL. Pathul Bahri, menegaskan, dukungan terhadap pencalonan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, belum final. Pasalnya, pihaknya belum membuka Desk Pilkada yang bertujuan melakukan pembukan pendaftaran dan penjaringan bakal calon kepala daerah.

Sesuai instruksi DPP melalui Tim Pilkada Gerindra, semua kader dan pengurus Gerinda di semua wilayah Indonesia diminta fokus menunggu hasil Pilkada DKI Jakarta.

“Jadi, apa yang dilakukan Walikota Ahyar bersama sejumlah DPC Gerindra dan sebagian pengurus DPD itu, sama sekali diluar sepengetahuan kami di internal pengurus inti. Tapi, itulah bagian dari dinamika politik, karena semua orang pingin pakai Gerindra sebagai kendaraan politiknya,” tegas Pathul Bahri menjawab wartawan melalui telpon selulernya, Selasa (11/4).

Menurutnya, merujuk AD/ART partai, penjaringan bakal calon kepala daerah dalam perhelatan Pilkada itu memiliki mekanisme yang harus dilalui, serta tidak bisa instan dilakukan.

Pathul mengatakan, kehadiran Ketua Badan Pengawas Disiplin DPP Gerindra, Bambang Kristiono dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram pada Senin (10/4) lalu, tidak lain hanya sebatas menyerahkan surat jawaban atas keinginan Ahyar Abduh menggunakan Partai Gerindra sebagai kendaraan politiknya dalam Pilgub NTB tahun 2018.

“Sekali lagi, surat itu bukanlah surat dukungan Partai Gerindra secara resmi untuk mengajukan Pak Ahyar Abduh sebagai bakal calon gubernur NTB dalam Pilkada NTB. Jadi, surat itu, sesuai informasi DPP adalah hanya surat jawaban biasa seorang Ketua Umum dan Sekjen Gerindra atas keinginan calon kepala daerah yang ingin menggunakan partai kami,” ujarnya.

Pathul menegaskan, hingga kini dukungan Partai Gerindra belum final kepada calon manapun, termasuk rencana Bupati Loteng H. Suhaili FT yang berkeinginan menggandeng kader Gerindra Mori Hanafi M.Comm sebagai pendampingnya dalam Pilgub 2018 mendatang.

Meski demikian, ia tetap berharap partainya lebih mengutamakan kader internal yang akan diusung dalam Pilkada NTB kali ini. Mengingat, jika merujuk raihan suara Pileg lalu, raihan suara Partai Gerindra cukup signifikan lantaran berada pada peringkat tiga besar di NTB setelah Partai Golkar dan Demokrat.

“Kalau mengusung kader sendiri dalam Pilkada, tetap kita suarakan keinginan itu ke DPP. Hal ini karena bagian dari manivesto Partai Gerindra yang merupakan partai yang menonjolkan keberlangsungan kader yang telah dilatih selama ini,” katanya.

Terkait kehadiran tujuh DPC Gerindra serta sejumlah anggota DPRD NTB dalam kegiatan Ahyar Abduh itu, ia menambahkan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak DPP terkait sanksi dan pelanggaran yang telah mereka lakukan.

“Namun, saya tidak mau berbicara soal kode etik. Yang jelas, jika melaksanakan kegiatan tanpa mekanisme. Hal itu jelas masuk katagori kurang profesional. Biarkanlah DPP yang punya ranah untuk beri sangsi terhadap mereka yang hadir di acaranya Pak Walikota Mataram itu,” tandas Pathul Bahri.fahrul

Leave A Reply