Berbagi Berita Merangkai Cerita

Terkait Insentif PNS Berhutang, Sekretaris BAZNAS Sebut Honorer Prioritas

19

Abdul Hayyi Zakaria

SELONG, DS – Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy sempat menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua Baznas Lombok Timur untuk memberikan insentif gaji bagi guru, atau pegawai negeri yang yang terjerat hutang piutang. Hal ini di lontarkan saat Bupati melauncing program Lotim cerdas Rabu kemarin.

“Itu program. Ingat itu Pak Kadis dan pak Ketua Baznas,” pinta Bupati dihadapan para guru honor yang menerima insentif dari Baznas.

Menanggapi hal ini Sekretaris Baznas Lombok Timur, Abdul Hayyi Zakaria, mengatakan penyampaian Bupati tersebut bisa menjadi solusi untuk mengurai belum maksimalnya serapan zakat dari kalangan PNS.

“Apa yang disampaikan pak Bupati itu solutif. Solusi agar tidak ada lagi PNS yang beralasan gaji saya minus,” ucapnya, saat ditemui Kamis (26/11).

Meskipun PNS yang memiliki hutang bisa masuk dalam kelompok Ghorimin, namun harus dipertimbangkan juga skala prioritas dalam pemanfaatan dana umat. Mengingat masih banyak tenaga honorer yang statusnya lebih kekurangan dibandingkan PNS.

“Ditinjau dari sisi prioritas, dia (PNS,red) belum masuk prioritas. Semiskin-miskinnya guru PNS, jauh lebih miskin guru honorer. Dari sisi aplikasi, tentu honorer yang kita prioritaskan,” ujarnya.

Meskipun banyak PNS yang gajinya minus, menurut Hayi kewajiban membayar zakat tetap melekat. Karena zakat seharusnya dibayarkan di awal, bukan dari sisa penggunaan keperluan lain.

Karena zakat merupakan langkah umat islam untuk membersihkan harta yang dimiliki. “Karena statusnya pembersih harta, harusnya dikeluarkan di awal. Kewajiban itu melekat di masing-masing orang yang memiliki penghasilan,” tuturnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.