Menu

Mode Gelap

Hukum · 16 Jul 2019 19:23 WITA ·

Terkait Helikopter Jatuh di Persawaan Pujut, KNKT : Helikopter Carpediem Air Masih Layak Terbang


					Petugas KNKT tengah memeriksa baling-baling bangkai helikopter yang patah diareal persawahan desa Kawo, Kecamatan Pujut Perbesar

Petugas KNKT tengah memeriksa baling-baling bangkai helikopter yang patah diareal persawahan desa Kawo, Kecamatan Pujut

LOTENG, DS – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan helikopter B206L4 milik PT Carpediem Air yang jatuh di areal persawahan di desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah pada Minggu (14/7) petang dalam kondisi layak terbang.

Tenaga Ahli KNKT, Masruri, memastikan keseluruhan pesawat dan helikopter yang dipergunakan untuk mengangkut penumpang di wilayah Indonesia dalam kondisi layak terbang seluruhnya.

Hal itu menyusul, seluruh armada pesawat dan helikopter untuk penerbangan sipil seluruhnya dalam posisi dirawat dengan interval perawatan harian serta tahunan.

“Jadi, mana ada pilot yang mau terbang jika pesawatnya tidak dalam posisi memenuhi unsur kelayakan terbang. Sekali lagi, semua penerbangan sipil di Indonesia termasuk helikopter B206L4 milik PT Carpediem Air adalah layak terbang,” ujar Masruri menjawab wartawan, Selasa (16/7).

Ia mengatakan hingga hari kedua investigasi yang dilakukan pihaknya terhadap bangkai helikopter yang jatuh di lokasi areal persawahan di Desa Kawo tersebut pada Selasa (16/7) sekitar pukul 11.30 Wita, belum ada tanda-tanda signifikan untuk mengungkap penyebab jatuhnya.

Meski demikian, KNKT akan terus mengumpulkan data lapangan baik data yang ada di bangkai helikopter maupun data kantor.

“Kami masih berupaya mencari informasi fakta-fakta yang bisa membantu kami untuk identifikasi dan kami belum menemukan hal-hal yang signifikan untuk dijadikan bahan analisa, kenapa helikopter ini mendarat di sana,” jelas Masruri.

Terkait petunjuk menyangkut temuan tangki bahan bakar helikopter yang dalam keadaan kosong, menurut Masruri, hal tersebut hanya merupakan temuan awal. Sebab, helikopter dengan rute Labuhan Bajo–Bandara Internasional Lombok (BIL) tersebut tidak memiliki kotak hitam (black box) dan alat perekam dalam penerbangan berupa Flight Data Recorder (FDR) atau Cockpit Voice Recorder (CVR), seperti yang menjadi ketentuan perusahaan penerbangan sipil selama ini.

“Memang kemarin dan tadi lagi kami periksa. Posisi tangkinya kebetulan kosong, tapi kita perlu teliti lebih lanjut kenapa bisa kosong. Itu hanya informasi permulaan saja,” kata dia.

Ia mengaku, belum mengetahui apa penyebab tanki bahan bakar helikopter B206L4 milik PT Carpediem Air bisa kosong.

“Kami tidak tahu apakah karena dampak benturan atau apa. Karena itu kita masih menggali lebih jauh. Tapi kenapa kosong itu yang kita coba dalami,” katanya.

Tim KNKT mulai melakukan investigasi bangkai helikopter B206L4 milik PT Carpediem Air yang terjatuh di areal persawahan di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, sejak Senin sekitar pukul 11.30 Wita dan berlanjut Selasa (16/7) pukul 11. 30 Wita kemarin.

Ikut serta mendampingi tim KNKT ini dari tim Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok (BIL), dan AirNav Indonesia. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Ajak Bupati Bima Bantu Mahasiswa yang Diamankan Polda NTB

20 Mei 2022 - 07:35 WITA

Perdagangan Orang Harus Dicegah Seluruh Pihak

18 Mei 2022 - 06:02 WITA

Program NTB Zero Unprosedural Mulai Terwujud, Kadis Nakertrans NTB Atensi Kiprah Kades dan Kadus

17 Mei 2022 - 17:13 WITA

Tuding Abdul Aziz Sebar Hoaks Soal Lahan 60 Hektare, Kuasa Hukum Ali BD Ajukan Rekonpensi di PN Sumbawa

12 Mei 2022 - 16:22 WITA

Korem 162/WB Gelar Penyuluhan Hukum

26 April 2022 - 15:11 WITA

Satresnarkoba Polresta Mataram Ciduk Pengedar Sabu Jelang Lebaran

25 April 2022 - 14:29 WITA

Trending di Hukum