Berbagi Berita Merangkai Cerita

Terima Kekalahan di MK, Jarot Ajak Simpatisan Dukung Pemerintahan Mo-Novi

6.808

FOTO. H Syarafuddin Jarot. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Jarot-Mokhlis menerima dengan lapang dada keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah menolak seluruh gugatannya pada sidang putusan sengketa hasil Pilkada 2020.

Calon Bupati Sumbawa nomor urut 5, H Syarafuddin Jarot mengatakan, pihaknya menerima hasil putusan MK tersebut. Ia meminta kepada seluruh rekan-rekan seperjuangan, relawan, dan simpatisannya untuk menerima putusan tersebut.

Pasalnya, pihaknya sudah berusaha, berjuang sesuai kemampuan yang ada. Namun belum bisa mencapai hasil yang diharapkan.

“Mari kita jadikan perjuangan ini sebagai pelajaran berharga untuk sebuah perjuangan dan kebersamaan. Allah pasti memiliki rencana yang lebih baik untuk kita semua,” ujar Jarot dalam siaran tertulisnya, Jumat (19/3).

“Atas nama kami berdua (Jarot-Mokhlis) dan keluarga, kami mohon maaf atas segala kekurangan dan kekeliruan kami selama ini, dan kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tiada terhingga untuk semuanya, semoga kekompakan, kebersamaan, dan silaturahmi kita tetap terjaga. Amiin Ya Rabbal Alamin,” sambungnya.

Jarot menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. “Kita ucapkan selamat untuk pemenang pasangan Mo-Novi, semoga bisa mengemban amanah rakyat Sumbawa dengan baik dan dapat memimpin Kabupaten Sumbawa menjadi lebih baik,” kata dia.

Pensiunan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) meminta pada seluruh pendukung, relawan dan simpatisannya agar tetap kompak dan tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas daerah. Khususnya di Kabupaten Sumbawa.

“Mari, kita kompak selalu. Salam saya jaga kesehatan, jaga ketertiban dan kondusivitas, sukses untuk kita semua. Jarot-Mokhlis akan tetap ada untuk kita semuanya,” tandas Syarafuddin Jarot.

Seperti diketahui, Jarot-Mokhlis mengajukan gugatan ke MK. Mereka menilai Mo-Novi sebagai peraih suara terbanyak melakukan pelanggaran terstruktur sistematis dan masif (TSM), sehingga Jarot-Mokhlis menghendaki agar dilakukan PSU di 72 TPS.

Terpisah, Sekretaris DPD Gerindra NTB Ali Utsman Ahim mengatakan, bahwa Jarot-Mokhlis sangat menghormati apa yang telah diputuskan MK dalam pembacaan putusannya yang digelar secara daring tersebut.

“Kami telah menempuh semua upaya konstitusional untuk mendapatkan keadilan dan kami sangat menghormati keputusan MK itu,” ujarnya saat dihubungi terpisah melalui pesan WhatsApp dari Mataram

Menurut Ali, pasca-putusan MK maka Partai Gerindra selaku partai pengusung dan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Jarot-Mokhlis siap mendukung kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa terpilih Mo-Novi demi kepentingan masyarakat Sumbawa.

“Kami berharap ke depan Partai Gerindra bersama Jarot-Mokhlis dapat bersinergi dengan Mo-Novi. Karena ini semua tidak lain untuk kepentingan masyarakat Sumbawa,” tegas Ali Utsman.

“Tentunya juga Jarot-Mokhlis akan mendukung upaya-upaya untuk memastikan Kabupaten Sumbawa dapat tumbuh dan berkembang lebih baik lagi,” sambungnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.