Terduga Pelaku Penganiayaan Hingga Tewas, Diamankan Satreskrim Polres Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH,DS – Terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah diamankan Satreskrim Polres Lombok Tengah pada Rabu (15/03/2023).Terduga pelaku inisial S (32 tahun) beralamat dari Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah.Sedangkan korban inisial DI (26 tahun) berasal dari desa yang sama.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Irfan Nurmansyah, SIK, MM melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah IPTU Redho Rizki Pratama, S.Tr.K dalam keterangan resminya membenarkan pengamanan terhadap terduga pelaku

IPTU Redho Rizky Pratama menyampaikan kronologis kejadiannya bahwa pada Rabu (15/03/2023) sekira pukul 09.00 wita, terduga pelaku datang bertamu ke rumah korban dan diterima oleh kakak korban inisial DS yang merupakan kakak korban sekaligus sebagai saksi.

Kakak korban kemudian pergi membuatkan kopi untuk terduga pelaku. Ketika kakak korban sedang mempersiapkan kopi di dapur, tiba-tiba pelaku masuk ke kamar korban dan langsung melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban yang sedang tertidur.

Mengetahui kejadian tersebut, kakak korban bersama saksi lainnya langsung membawa korban ke Puskesmas Janapria.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas Medis Puskesmas Janapria, korban mengalami luka robek pada leher sebelah kiri dengan pembuluh darah besar putus.

“Pada saat pelaksanaan penanganan Medis, korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Kasat Reskrim.

Kapolsek Janapria bersama anggota langsung menuju TKP untuk mengamankan TKP dan terduga pelaku serta menghubungi Satreskrim Polres Lombok Tengah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif terduga pelaku melakukan pembunuhan karena memiliki dendam karena enam tahun yang lalu terduga pelaku sempat diberi air minum yang diduga merupakan air bekas memandikan mayat. Akibatnya, pelaku sering sakit tenggorokan serta sering di-bully oleh korban dan rekan rekan korban.

Sementara itu dari pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi yang dibuktikan dengan menandatangani surat penolakan dan langsung membawa Jenazah untuk dimakamkan.

“Saat ini terduga pelaku bersama barang bukti berupa pisau milik terduga pelaku telah diamankan di Satreskrim Polres Lombok Tengah untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” terang IPTU Redho Rizky Pratama.hm

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.