Berbagi Berita Merangkai Cerita

Terbuka Peluang PKS dan PPP Berkoalisi Tahun 2024

42

FOTO. Gubernur NTB Zuliekieflimansyah yang juga salah satu Ketua DPP PKS tengah menyambut kedatangan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di kantor DPP PKS, kemarin. (FOTO. RUL/DS.)

MATARAM, DS – Peluang adanya koalisi partai politik (Parpol) di pemilu 2024 kian terbuka lebar. Petinggi dua parpol yang berasaskan agama Islam, yakni PKS dan PPP telah bertemu untuk saling menjajaki peluang membentuk poros partai Islam pada Pemilu 2024.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang dikonfirmasi terkait pertemuan antara PKS dan PPP itu membenarkan sinyal rencana koalisi dua parpol Islam di pemilu 2024.

“Saya kebetulan sebagai pengurus DPP PKS ikut hadir langsung menyambut Ketua Umum PPP yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan dan Bappenas Suharso Monoarfa di kantor DPP PKS Jakarta pada Rabu (14/4) Sore,” kata Ketua DPP PKS itu pada wartawan melalui pesan Whatsappnya, Kamis (15/4).

Ia mengaku, diminta Presiden PKS Ahmad Syaikhu untuk datang ke Jakarta guna ikut dalam pertemuan bersama petinggi PPP tersebut . “Sangat mungkin PKS dan PPP berkoalisi tapi memang perlu penjajakan lebih lanjut,” ujar Bang Zul.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Al Habsyi mengaku, wacana parpol Islam berkoalisi dalam pemilu kedepan dirasa sangat tepat. “Why not? PKS prinsipnya adalah partai yang visinya rahmatan lil’alamin. Kita ingin menyambut siapapun yang ingin bergabung dengan kita dan kita akan menyatukan kerja sama besar kita untuk keumatan maupun dari yang lain. Jadi sangat mungkin,” ujar jelas Habsyi.

“Tapi ini waktu masih jauh, masih panjang. Tapi penjajakan-penjajakan ini dalam waktu 2 tahun setengah, sangat memungkinkan,” sambung dia.

Terpisah, Sekjen PPP Arwani Thomafi mengatakan salah satu poin penting dalam pertemuan dengan PKS ialah membangun demokrasi yang lebih baik. Dia juga tak menutup kemungkinan PPP berkoalisi dengan PKS di Pemilu 2024.

“Salah satu yang menjadi poin penting dalam kerjasama untuk membangun demokrasi yang lebih baik saya kira juga proses-proses menuju Pemilu 2024 sangat terbuka untuk kita bicarakan dengan PKS,” kata Arwani dalam siaran tertulisnya.

Arwani mengatakan PPP tak ingin membahas Pemilu dengan PKS hanya dari satu sisi. Dia mengaku PPP ingin membuat Pemilu 2024 menjadi lebih enak dinikmati semua pihak.

“Karena kita ingin tidak hanya dalam satu sisi saja misal tentang sistem kepemiluan saja. Tapi juga bagaimana membuat kontestasi di 2024 menjadi lebih enak dinikmati semua pihak, masyarakat, dan partai politik. Tentu kita terbuka untuk bicara dalam berbagai sisi,” ungkap Arwani.

“Misalnya bagaimana agar kontestasi bisa lebih menarik lagi ke depan. Tidak hanya dua pasangan, misalnya,” sambung dia.

Dalam pertemuan ini, PKS dan PPP juga membuat nota kesepahaman yang ditandatangani Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.