Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tepis Pernyataan Logis, Distambun Bima Tegaskan Proses Pengadaan Benih Jagung di Dinas Pertanian NTB

29

FOTO. Inilah lahan jagung milik petani di Kabupaten Bima yang kini memasuki musim panen. (FOTO. Rul)

MATARAM, DS – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bima angkat bicara terkait tuduhan Lombok Global Institute (LOGIS) yang menduga Distanbun setempat telah mengubah usulan petani di Dinas Pertanian Provinsi NTB.

Kepala Distabun Bima melalui Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Chairul Munir, SP mengatakan, dugaan adanya permainan atau mafia pada pengadaan bantuan benih Jagung untuk petani di Kabupaten Bima, dipastikan tidak benar.

Chairul menegaskan, pengadaan benih Jagung 2021 adalah untuk untuk mengubah usulan varietas, yakni Pertiwi seluas 1540 Hektare. Selanjutnya Bisi 77 pada areal seluas 1978 hektare, berikutnya Bioseed pada areal seluas 1650 hektare.

“Dan usulan tambahan yang merupakan pengalihan anggaran Pemerintah Pusat ke propinsi seluas 4845 hektare untuk variatas Bisi 99,” tegasnya dalam siaran tertulisnya, Sabtu (14/8).

Chairul mengungkapkan, tudingan jika varietas jagung Bioseed pernah ditolak oleh petani Bima pada tahun 2020, merupakan berita bohong alias hoax.

Hal itu menyusul, hingga kini, Dinas Pertanian Kabupaten Bima, justru tidak pernah mendapatkan bantuan Varietas yang dimaksud tersebut.

“Bioseed 89 itu kualitas-nya lebih baik, karena masuk kelas umum 2 bila dibandingkan Bioseed 54, setahu kami masuk kelas 3. Bantuan yang akan diterima para petani adalah Bioseed 89. Itu, Insya Allah, kualitasnya jauh lebih baik,” kata dia.

Terkait adanya tuduhan ”Main Mata”. Chairul kembali menegaskan, pihaknya hanya sebatas hanya menerima manfaat.

Mengingat, lanjut dia, semua proses pengadaan, justru merupaka kewenangan Dinas Pertanian dan Perkebunan provinsi NTB.

Oleh karena itu, pernyataan yang menyebutkan jika benih sudah ada di NTB sebelum usulan CPCL adalah tidak benar.

“Hngga hari ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima masih menunggu datangnya benih tersebut yang konon masih berada di wilayah pulau Jawa,” ujar Chairul Munir. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.