Berbagi Berita Merangkai Cerita

Temui Iswandi, Sekda Gita : Rekonsialisasi dan Silaturahmi Lebih Penting

0 7

MATARAM, DS – Tak ada rival abadi. Adagium itu dengan tepat menggambarkan hubungan antara Sekda terpilih NTB HL. Gita Ariadi dan mantan Penjabat Sekda H. Iswandi. Kedua pejabat ASN senior di lingkup Pemprov yang menjadi rival pada seleksi calon Sekda NTB itu ternyata menunjukkan persahabatan hangat di hadapan publik di NTB.

Keduanya yang terlihat akrab bersalaman dan bertemu di Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB pada Senin (23/12) lalu. Padahal, saat pelantikan Gita yang dihadir Gubernur dan Wagub NTB itu, H. Iswandi tidak hadir.

Sekda NTB HL. Gita Ariadi yang dikonfirmasi, membenarkan pertemuannya dengan H. Iswandi tersebut. Kata dia, silaturahminya pascakontestasi pemilihan calon Sekda NTB merupakan jawaban untuk mengaplikasikan fungsi dan konsep SEKDA, yakni, Stabilisator, Eksekutor yg efektif efisien, Komunikator, Dinamisator, Akuntabel.

“Semoga upaya sillaturrahmi pasca-kontestasi dapat menjadi isyarat menghentikan diskursus yang menimbulkan kegaduhan di ruang publik akhir-akhir ini,” ujar Gita menjawab wartawan melalui pesan Whatsappnya, Rabu (25/12).

Menurut dia, rekonsiliasi kali ini merupakan upaya menjaga kondusifitas dan stabilitas di tengah masyarakat. Apalagi, rekonsiliasi itu senafas dengan sesenggak Sasaq Aik Meneng, Tunjung Tilah, Empak Bau.

Lanjut Gita, secara filosofis ungkapan dalam Suku Sasak itu bermakna ikhtiar mencapai tujuan harus di barengi dengan upaya untuk menjaga sussana tetap sejuk kondusif dan tatanan tetap terjaga melalui sillaturrahmi yang hakiki.

“Insya Allah sebagai warga Sasak, sesenggak itu tetap saya kedepankan. Apalagi, pak Iswandi juga berasal dari suku yang sama dengan yang sama, jelas akan menyakini makna filosofis itu. Insya Allah, rekonsiliasi ini menjadi akhir dari persaingan sebelumnya. Dan kedepan kita sama-sama berkomitmen membangun NTB Gemilang yang lebih baik kedepannya,” tandasnya.

Seperti Pilkada
Sebelumnya, Gubernur Zulkieflimansyah mengakui, seleksi sekda di NTB tidak ubahnya pemilihan kepala daerah. ”Kelima calon sekda punya tim sukses masing-masing,” katanya, saat memberikan sambutan dalam pelantikan Sekda NTB beberapa hari lalu.

Dinamika proses seleksi sekda menunjukkan warga NTB senang berkompetisi. Masyarakat punya gairah berpolitik. ”Tapi ini sekaligus alarm bagi kita,” kata Gubernur.

Menurut Zul, ketika para elite sibuk berdebat soal kontestasi politik, ada hal lebih penting yang dilewatkan. ”Itu menunjukkan para elite tidak membicarakan hal-hal lain yang lebih besar,” katanya.

Dia percaya Sekda Gita punya jiwa pengabdian dan pelayanan yang tinggi. ”Kita ingin semangat pengabdian itu ditularkan ke yang lain,” harapny seraya menekankan, pimpinan OPD bukan jabatan untuk meminta kemewahan pelayanan.”Tapi jadi kepala OPD itu untuk melayani,” imbuhnya.

Menurut Zul terpilihnya Gita Ariadi sebagai Sekda merupakan takdir. ”Kalau eselon satu ini pemerintah pusat punya kepentingan,” kata politisi PKS itu.

Semua nama yang disodorkan ke pusat merupakan orang kepercayaan gubernur dan wagub. Tapi proses seleksi sekda ditentukan tim penilai akhir. ”Di sanalah dinilai semua,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply