A place where you need to follow for what happening in world cup

Tempat Wisata Ditutup, Warga Mataram Pilih Berlebaran Topat di Dekat Rumahnya

265

FOTO. Sejumlah warga Mataram memilih berlebaran Topat di areal persawahan dekat rumah mereka lantaran pelarangan ke tempat wisata oleh aparat kepolisian selama lebaran Ketupat tahun ini. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – “Lebaran Topat” atau “Lebaran Ketupat” yang merupakan tradisi sepekan perayaan Idul Fitri bagi masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok, tahun ini, terasa berbeda.

Tradisi turun temurun sejak ratusan tahun silam yang dijalankan mayoritas warga untuk berekreasi ke tempat wisata sambil membawa ketupat untuk disantap bersama keluarga, tidak lagi bisa dilakukan lagi lantaran, pandemi Covid-19.

Seluruh tempat wisata di wilayah Mataram dan Lombok Barat (Lobar) ditutup selama libur Lebaran, Kamis (20/5).

Pantauan wartawan sejak pukul 07.00 WITA, masyarakat yang akan datang berlibur tidak diperkenankan masuk dan diminta balik oleh petugas keamanan dari Polri dan TNI. Penutupan dan penjagaan tempat-tempat wisata ini akan berlangsung hingga perayaan Lebaran Topat.

”Tidak ada lagi masyarakat berlibur Lebaran ke tempat wisata tahun ini, karena masih masa pandemi,” tegas Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi di sela mengecek setiap pos penyekatan di kawasan wisata, Kamis (20/5).

Seluruh pintu masuk tempat wisata yang berada di wilayah hukum Polresta Mataram ditutup total. Pengecekan dilakukan di pos pengamanan penyekatan bundaran Jempong, Pantai Gading, Pantai Mapak, Pantai Loang Baloq, Pantai Bom, dan Makam Bintaro Ampenan. Setiap orang yang akan masuk ke tempat wisata diminta untuk kembali ke rumah masing-masing.

”Kami terus berikan imbauan untuk tidak berwisata Lebaran tahun ini. Kami tidak ingin penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polresta Mataram semakin meluas,” ujar Kombes Heri.

Penyekatan di titik wisata bukan hanya diberlakukan selama masa Operasi Ketupat 2021 berlangsung. Khusus di NTB, penyekatan bakal berlangsung hingga perayaan Lebaran Topat. ”Kalau di sini kan ada Lebaran Topat. Makanya Operasi Ketupat diperpanjang hingga Kamis (20/5) ini,” kata Kombes Heri.

Biasanya saat perayaan Lebaran Topat, masyarakat berbondong-bondong mengunjungi tempat wisata. Itu perlu diantisipasi untuk mencegah terciptanya kerumunan. ”Saat perayaan Lebaran Topat nanti, kawasan wisata juga ditutup,” ucapnya.

Pengamanan akan ditingkatkan dengan menambah jumlah personel untuk mengamankan kawasan wisata. Sehingga, pada perayaan Lebaran Topat nanti tidak ada masyarakat yang berkerumun di tempat wisata. ”Saya mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah pada perayaan Lebaran Topat nanti,” kata Kombes Heri.

Pihaknya, meminta pengertian dari masyarakat. Jangan sampai membuat kerumunan. ”Kalau sudah kita berikan imbauan tetapi tidak diindahkan, kita bakal bubarkan,” tegas dia.

Heri menuturkan, sejauh ini, dari hasil pemantauan lapangan, personel sudah menjalankan instruksi dengan baik. Masyarakat yang akan berwisata diminta untuk kembali. ”Semua berjalan aman, tidak ada persoalan di lapangan,” tandasnya.

Sementara itu, lantaran penjagaan ditempat wisata dilakukan secara ketat oleh aparat kepolisian dan TNI, masyarakat di wilayah Kota Mataram dan Lobar, rata-raya banyak merayakan Lebaran Topat di masjid.

Selain itu, untuk menyantap ketupat bersama keluarga usai dzikir dan berdoa di masjid, masyarakat banyak menghabiskan waktu di areal persawahan yang tidak jauh dari rumah warga.

“Karena enggak boleh ke tempat wisata, terpaksa kita makan ketupat di sawah dekat rumah bareng keluarga,” kata Yatik, salah satu warga Mataram. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas