Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tempat Ibadah di KLU Mulai Dibuka, Namun Begini Ketentuannya

43

KLU,DS-Ummat Islam di KLU kini sudah bisa melaksanakan ibadah di masjid. Hal itu seiring dengan adanya surat edaran (SE) Bupati KLU Nomor 188.64/230/BUP/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Keagamaan di Rumah Ibadah Ditengah Pandemi Wabah Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara yang ditandatangani pada 5 Juni 2020.

Kebijakan tersebut berpedoman pada SE Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 tentang ‘Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Masa Pandemi’. Kemudian, Maklumat Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia nomor : Kep-1188/DP-MUI/V/2020 tentang ‘Rencana Pemberlakuan Kehidupan Normal Baru (New Normal Life) ditengah Pandemi COVID-19’ serta hasil rapat Forkopinda bersama MUI KLU.

Dalam SE itu disebutkan terkait pembukaan masjid untuk jamaah baik sholat wajib lima waktu maupun Jum’atan dengan tetap mengikuti perkembangan informasi penularan COVID-19 di wilayah setempat. Kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi COVID-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut.

Bupati KLU, H.Najmul Akhyar, mengemukakan untuk menjaga keselamatan jamaa’ah pengurus masjid harus memberlakukan protokol cegah tangkal COVID-19 diantaranya menjaga jarak minimal 1 meter antar jamaah, mengenakan masker dari rumah, membawa sajadah atau sapu tangan sendiri atau kelengkapan lain yang diperlukan.

Terkait pengurus rumah ibadah, Bupati Najmul memaparkan beberapa persyaratan, diantaranya :

penanggung jawab rumah ibadah berkewajiban menyiapkan petugas dan melakukan pembersihan dengan desinfektan secara berkala di area rumah ibadah;

Membtasi jumlah pintu keluar dan masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan, menyiapkan fasilitasi cuci tangan/sabun, hand sanitizer, di pintu masuk dan keluar ruah iadah;

Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah. Jika ditemukan pengguna rumah ibadah engan suhu >37,5 C (dua kalu pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area rumah ibadah;

Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 meter;

Melakukan pengaturan jumlah jamaah/pengguna rumah ibadah dengan ketentuan jaga jarak minimal 1 meter maka daya tampung rumah ibadah hanya tingga 40 % dari kapasitas normal sebelumnya;

Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah;

Serta memasang imbuan penerapan protokok kesehatan di area rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat. Namu khusus kepada mereka yang rentan sepeti lanjut usiayang batuk , sesak nafas serta gejala flu agar beribadh di rumah.hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.