Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 25 Jul 2022 15:18 WITA ·

Teko Kembangkan Ternak Sapi untuk Ketahanan Pangan


					Teko Kembangkan Ternak Sapi untuk Ketahanan Pangan Perbesar

Foto : Inilah ternak sapi di Desa Teko. kus

SELONG, DS – Desa Teko, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim), dengan luas 435 ha yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.401 jiwa 1469 KK dan 6 Dusun mengembangkan ternak sapi untuk ketahanan pangan. Sekita 40% jumlah penduduk Desa Teko berprofesi sebagai peternak.

Pemdes Teko menjalankan Kepres nomor 104 tahun 2021 yang memuat pemanfaatan DD untuk BLT 40%, Ketahanan Pangan 20% dan penanganan Covid 19 sekira 8%. Berdasarkan kondisi wilayah dan masyarakat setempat, telah diputuskan dalam musyawarah untuk program Ketahanan Pangan dengan pengembangan Ternak sapi.

  "Saat itu sedang marak PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang menyerang ternak sapi, termasuk  Desa Teko menjadi sasarannya sehinggga pembelian 15 ekor Sapi yang direncanakan  untuk Ketahanan Pangan tertunda karenanya.  Insyaa Allah segera," kata Kades Teko, Juhdin, seraya menambahkan melalui musyawarah sudah dibentuk tim  pengadaan sapi

Didampingi Sekdes Teko, Muhammad Syarifuddin, SH pada Kamis 21/07/2022, Juhdin, menjelaskan calon pengadas (pemelihara ternak) sudah disiapkan oleh masing-masing Kadus sejumlah 15 orang berdasarkan kriteria dan aturan yang diputuskan.

“Insyaa Allah dengan prengadas sapi yang handal penggemukan sapi untuk Ketahanan Pangan ini lancar dan sukses,” tandasnya.

  Sementara itu, Muhammad Syarifuddin, SH.,  menyampaikan pengadas di masing- masing kekadusan. Jumlah tersebut  mengikuti aturan yang sudah menjadi keputusan musyawarah. Penyebarannya adalah : Dusun Teko Daya 2 orang, Dusun Pedangeran 3 orang, Dusun Teko Lauk 3 orang, Dusun Bagik Anjar 2 orang, Dusun Bagik Anjar Daya 2, dan Dusun Gelumpang 3 orang. Jumlah pengas sebanyak 15 orang. 

  "Sejumlah 15 orang pengadas dari masing-masing Dusun tersebut berdasarkan luas wilayah dan kepadatan penduduk. Ke 15 orang ini akan memelihara dan bertanggung jawab dengan sapi peliharaan (penggemukan) masing-masing selama maksimal 1 tahun untuk kemudian dijual. Hasil penjualan tersebut berdasarkan aturan bagi hasil akan menjadi 60% untuk pengadas, 40% untuk desa," papar Syarifuddin. 

Syarifuddin juga menyampaikan formasi tim pengadaan Sapi yang berjumlah 7 orang, berasal dari semua unsur yaitu : Pemdes 2 orang (Kades dan Sekdes), BPD 2 orang (Ketua dan Sekretaris), Kawil 1 orang (yang berpengalaman sebagai saudagar dan jual beli Sapi), Karang Taruna 1 orang, dan dari tokoh masyarakat.

  "Formasi tim tersebut melihat langsung kondisi sapi dan sekaligus jadi saksi transaksi atau serahterima jual sapi," terang Syarifuddin. 

Ia menambahkan bahwa hal ini akan membuat Sapi menjadi lebih aman. “Dengan demikian sapi yang dibeli menjadi lebih jelas dari segala aspek, ada saksi dan kondisi kesehatan lebih terpantau dan betul- betul lebih selektif. Sehingga tidak ada permasalahan nantinya,” imbuh alumni Fakultas Hukum Universitas Mataram tahun 2010 ini.

Sementara itu odel pengembangan Ketahanan Pangan Sapi yang diprogramkan Pemdes Toka adalah sistim bergulir. Setelah penjualan dan ada penambahan jumlah sapi akan ada penambahan jumlah pengadas sejumlah kelebihan  Sapi yang dibeli. 

"Misalkan dari 15 ekor sapi yang pertama yang dijual dapat untung dan membeli Sapi berikutnya sebanyak  25 ekor. Berarti akan ada lagi penambahan pengadas baru sejumlah 10 orang. Demikian seterusnya setiap tahun," ujar Syatifuddin.kus
Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ada GTD Bisnis dan HAM di NTB, Begini Perannya

6 Oktober 2022 - 16:48 WITA

5 Oktober 2022 - 18:11 WITA

Tiga Raperda Disetujui Seluruh Fraksi Dewan Lotim

5 Oktober 2022 - 18:05 WITA

Jelang MTQ Nasional, 54 Peserta dari NTB Pemasatan Latihan

5 Oktober 2022 - 17:40 WITA

Sambut Kedatangan Kepala KSP, Ini Harapan Sekda NTB

5 Oktober 2022 - 17:37 WITA

Lima OPD Dibawah 50 Persen, Bupati Lotim Target Realisasi APBD 97 Persen

4 Oktober 2022 - 17:59 WITA

Trending di Lombok Timur