Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tekan Kemiskinan, Selly Ajak Generasi Muda NTB Geluti Bisnis

0 6

MATARAM, DS – Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani, ketika menjadi pemateri dalam seminar “Entrepreneurship” bertemakan “Jiwa Muda, Jiwa Wirausaha” yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Rabu (11/12), mengajak generasi muda menggeluti dunia bisnis atau berwirausaha.

“Saya berharap generasi muda NTB jangan hanya konsumtif, tapi harus hijrah sebagai generasi muda yang produktif. Kita bisa kok, siapa yang bilang gak bisa?. Insya Allah, kita bisa,” ujarnya,.

Menurut Selly, merujuk data statistik, kenaikan jumlah pengangguran di NTB jauh lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun sebesar 0,3 persen dari 3,72 persen per Agustus 2018 menjadi 3,42 persen pada Agustus 2019.

Meski demikian, jika dilihat menurut tingkat pendidikan, TPT tertinggi terdapat pada penduduk dengan pendidikan tamatan sekolah menengah kejuruan (SMK), yaitu sebesar 9,63 persen.

TPT di perkotaan, kata dia, cenderung lebih tinggi dibanding perdesaan. TPT di perkotaan dan perdesaan menunjukkan trend yang menurun. Pada Agustus 2019, TPT di perkotaan sebesar 4,05 persen, sedangkan TPT di perdesaan 2,84 persen. Oleh karena itu, Provinsi NTB memerlukan lebih banyak pengusaha. Terlebih, menurut Selly, dengan semakin banyak lahirnya wirausahawan akan semakin banyak juga usaha yang tecipta. “Yang utama, pada akhirnya, usaha-usaha baru tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.

Ia menjelaskan, ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk melahirkan wirausahawan-wirausahawan muda di Indonesia. Pertama, pendidikan entreupreneurship atau kewirausahaan harus ditingkatkan. Kedua, kesempatan untuk berbbisnis, baik usaha sekala kecil maupun menengah, harus ditingkatkan pula.

“Ketiga, mereka (generasi muda) harus ditumbuhkan jiwa kreator dan produsennnya. Sehingga mereka jangan hanya jadi konsumen,” ucap Selly seraya mencontohkan, salah satu yang bisa dikembangkan adalah tren busana Muslim . Artinya, dengan penduduk NTB yanh mayoritas merupakan Muslim terbesar di Indonesia, semestinya bisa menjadi tren fashion muslim bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Provinsi NTB telah menjadi salah satu daerah yang memokuskan pada pengembangan pariwisata halal. “Atau misalnya di industri startup, negara Indonesia itu sudah ada empat startup yang kelasnya diakui di tingkat Asia. Kalau empat ini bisa mengapa yang lain tidak? Asalkan teorinya tadi market NTB dulu dikuasa, nah baru masuk level pasar Indonesia dan sangat mungkin tembus ke pasar internasional,” tandas Selly Andayani. RUL.

Leave A Reply