Menu

Mode Gelap

Dinamika · 20 Mei 2022 17:34 WITA ·

Tekan Emisi Karbon, Co Firing PLTU di Sumbawa Hasilkan 300 MWh Per Bulan


					FOTO. General Manager PLN NTB, Sudjarwo bersama Sekda KSB Amar Nurmansyah saat menghadiri peluncuran Go Live Komersial Co Firing PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Tambora, Taliwang. (FOTO. RUL/DS). Perbesar

FOTO. General Manager PLN NTB, Sudjarwo bersama Sekda KSB Amar Nurmansyah saat menghadiri peluncuran Go Live Komersial Co Firing PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Tambora, Taliwang. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – PLN NTB terus berupaya untuk meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam usaha penyediaan listrik. Salah satunya melalui Go Live Komersial Co Firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumbawa berkapasitas 2 x 7 MW (19/5) yang dilaksanakan di PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Tambora, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)

General Manager PLN NTB, Sudjarwo, mengatakan, selain merupakan wujud transformasi PLN pilar green, co firing merupakan salah satu ikhtiar yang dilakuka PLN untuk menekan emisi karbon dengan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar subsitusi di PLTU.

Untuk di PLTU Sumbawa sendiri, jenis biomassa yang digunakan untuk co firing adalah bonggol jagung. Hal ini dikarenakan Pulau Sumbawa merupakan sentra penghasil jagung terbesar di provinsi NTB, sehingga bonggolnya bisa dimanfaatkan optimal di PLTU Sumbawa.

“Kebutuhan bonggol jagung untuk co firing di PLTU Sumbawa kurang lebih sebanyak 7 ton/hari, 3% dari kebutuhan batu bara per harinya. Dengan besaran itu, tongkol jagung dapat memproduksi energi sebanyak 300 MWh per hari atau setara dengan melistriki 116 pelanggan daya 450 VA selama satu bulan penuh,” ujar Djarwo pada wartawan, Jumat (20/5).

Menurut dia, pemanfaatan bonggol jagung, juga telah melalui pengujian yang mulai dilaksanakan Agustus 2021. Mengingat, co firing Tak hanya untuk menekan emisi karbon. Namun dapat menambah porsi EBT dalam upaya untuk mencapai target bauran EBT sebesar 23% di tahun 2025.

“Selain itu, hal ini tentunya akan searah dengan peningkatan konsumsi energi listrik yang akan semakin besar ke depannya,” kata Djarwo.

Terkait dengan kontinuitas penyediaan tongkol jagung sendiri, Djarwo berharap dukungan dan kerja sama dari seluruh stakeholder agar suplai tongkol jagung ini dapat terjaga, untuk memenuhi kebutuhan biomassa dalam proses co firing PLTU Sumbawa.

“Terima kasih atas dukungan dari seluruh stakeholder yang terkait. Saya berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan ke depan untuk bersama memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat” ungkap Djarwo.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Amar Nurmansyah yang hadir dalam acara tersebut menyambut positif dan memberikan dukungan terhadap program Co Firing.

“Sumbawa ini memiliki banyak sekali potensi. Semoga ke depan, bisa memanfaatkan biomassa yang lain selain bonggol jagung,” kata Amar.

Sebelumnya, melalui PLTU Jeranjang, PLN juga telah melakukan co firing yakni dengan memanfaatkan tiga bahan baku, yakni sampah organik dan anorganik, sekam padi dan juga serbuk kayu.

Proses co firing sendiri telah dimulai sejak tahun 2020, yang ditandai dengan ditandatanganinya MoU tentang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Sampah menjadi Sumber Energi antara Gubernur NTB dengan General Manager PLN NTB. RUL

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Boat Desa Pedi Tode, Kabupaten Sumbawa Yakin Raih KLA 2023

28 Juni 2022 - 16:55 WITA

Sekda Tepis Isu Pemekaran Provinsi NTB

26 Juni 2022 - 15:11 WITA

Puluhan Karyawan Bappeda Loteng Semarakkan Event Internasional MXGP

24 Juni 2022 - 17:37 WITA

Ini Pandangan Gubernur NTB Soal Joki Cilik

24 Juni 2022 - 07:22 WITA

PemilU 2024 Jangan Sekadar Arena Perebutan Kekuasaan

23 Juni 2022 - 18:13 WITA

KRI Banjarmasin Jadi Pusat Perhatian Warga Sumbawa

22 Juni 2022 - 18:11 WITA

Trending di Dinamika