Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 27 Feb 2021 16:18 WITA ·

Teguh Santosa Bicara Masa Depan Media Siber


					Teguh Santosa Bicara Masa Depan Media Siber Perbesar

Jaya Suprana

Jakarta — Budayawan dan pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bersama wartawan senior Teguh Santosa membedah sekaligus mengulas bagaimana masa depan media online.

Teguh Santosa yang adalah CEO RMOL Network menjelaskan perkembangan awal media massa berbasis internet di Indonesia terjadi pada dekade 1990an.

Dia mengatakan, pada masa itu jumlah pengakses internet belum begitu banyak, baru pada kisaran 500 ribu orang yang kebanyakan mengakses internet dari perkantoran. Ketika itu media massa berbasis internet atau media online yang terkenal antara lain adalah Detik.com, Lippostar.com, dan Astaga.com.

Namun karena market belum begitu besar, satu persatu media online yang ada tumbang. Hanya yang militan dan tidak menggunakan investasi besar, seperti Detik.com pada masa itu, yang dapat bertahan. Selain itu, Detik.com memiliki warna pemberitaan yang berbeda dibandingan dengan kebanyakan media cetak mainstream pada masa itu.

“Saat itu hanya orang-orang yang bekerja di perkantoran yang bisa mengakses internet,” kata Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ini dalam program Jaya Suprana Show bertajuk “Masa Depan Media Online”, Jumat (26/2).

Mantan Anggota Dewan Kehormatan PWI itu mengatakan, media massa berbasis internet masih akan terus berkembang di masa depan. Tanda-tanda ke arah cerah itu sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu.

Perkembangan ICT, katanya, tidak hanya digunakan untuk pemberitaan semata.

Kepada Teguh, Jaya Suprana bertanya mengenai titik tertinggi perkembangan media online.

“Anda tahu bahwa setiap pertumbuhan akan mencapai titik puncak, titik jenuh. Menurut Anda apakah media online masih jauh dari titik puncak, atau sudah di ambang titik puncak?” tanya Jaya Suprana.

Menjawab pertanyaan itu, Teguh mengatakan, dirinya tidak tahu di mana titik puncaknya. Tetapi dia yakin, titik puncak itu masih jauh.

“Saya yakin kita sedang menanjak menuju ke ketinggian, dan saya tidak tahu dimana puncaknya,” ujar Teguh.

“Apakah tidak terhingga, invinitas?” tanya Jaya Suprana lagi.

“Mungkin sekali,” jawab Teguh.

Teguh juga juga mengatakan, keunggulan dunia digital  begitu terasa di era pandemi  Covid-19.

Bukan hanya untuk pemberitaan, platform digital juga digunakan di sektor pendidikan secara luas, juga di dalam forum-forum pengambilan keputusan para pemimpin dunia.

Tidak kalah penting, platform digital juga dimanfaatkan sebagai market place yang mempertemukan pelaku usaha baru dengan market.

Teguh mengutip data yang dirilis Hootsuite baru-baru ini yang menyebutkan bahwa setidaknya 202 juta warganegara Indonesia memiliki akses ke internet.

“Saya yakin masa depan media online akan cerah,” ujarnya.*[]

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kata Gubernur, Perkembangan SMK Cermin Industrialisasi di NTB

13 Agustus 2022 - 18:25 WITA

ABKIN Wadah Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru BK

7 Agustus 2022 - 17:53 WITA

UAS Hadiri Pengukuhan Paguyuban Muslimah NTB, Begini Pesannya

31 Juli 2022 - 10:30 WITA

Pesan Gubernur NTB Cukup Menghentak pada Haul Akbar Syekh Abu Bakar bin Salim

24 Juli 2022 - 20:15 WITA

Isi Kuliah Umum di MAN IC Lombok Timur, Ini Kata Gubernur NTB

21 Juli 2022 - 18:24 WITA

Cerita Klasik Katak Rebus Dilontarkan Gubernur pada Konferensi Kerja III PGRI NTB di Sumbawa

17 Juli 2022 - 16:34 WITA

Trending di Pendidikan