Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tasyakuran NWDI Ditengah Bencana Gempa

0 11

SELONG,DS-Acara Tasyakuran Nasional Hultah NWDI ke-83 yang dirangkai dengan Haul meninggalnya pendiri organisasi Nahdlatul Wathan ke-21 Almagfurulahu Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Aula YPH PPD NW Pancor, Minggu (29/7/18), tetap berlangsung penuh khidmat walau beberapa kali gempa mewarnai selama acara berlangsung.

Sebagaimana diberitakan gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa Minggu (29/7) dengan kekuatan bermagnitudo 6,4 . Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.47 WIB tersebut terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

Guncangan gempa bumi dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI). Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.

“Alhamdulillah wasyukurillah, walaupun saat ini kita sedang dalam keadaan berduka cita karena adanya gempa susulan yang terus menerus, tidak melunturkan keinginan bapak dan ibu sekalian untuk mengikuti acara pada pagi hari ini dengan khidmat.

Dan bagi masyarakat yang terkena musibah sama-sama kita doakan semoga disegerakan kesembuhannya oleh Allah, dicukupkan musibah pada hari ini dan semoga tidak ada lagi musibah pada hari-hari selanjutnya. Mari kita jadikan musibah hari ini menjadi pemicu bagi kita untuk memperbaiki diri, keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah,” ujar Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat memberikan sambutannya.

Orang nomor satu NTB itu juga mengingatkan kepada seluruh jama’ah yang hadir agar dapat  memanfaatkan sisa usia untuk  terus beramal dan berbuat baik kepada sesama dan mengisi perjuangan dengan kebaikan untuk membangun Indonesia.

“Maulanasyekh mengingatkan saya dan kita semua bahwa tidak ada yang kekal di dunia, tidak ada guna kita sebagai manusia bila kita tidak mengamalkan dan menerapkan ajaran Allah dalam bekerja membangun negeri tempat tinggal kita, negara Indonesia, amanah yang dititipkan oleh Allah untuk kita jaga dan bangun dalam kebaikan. Nahdatul Wathan (NW) sebagai pengingat kita semua, tidak boleh menganggap dirinya lebih baik dan lebih berjasa dari yang lain. NW dan organisasi-organisasi lainnya, baik yang telah hadir sebelum maupun sesudah NW hadir adalah satu kesatuan mata rantai yang menyatu memperjuangkan keummatan,” ungkapnya.

 

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang ini berharap pemimpin selanjutnya yang telah terpilih menggantikan posisinya kelak dapat dengan kompak bekerjasama membangun dan memajukan pulau seribu masjid ini.

 

Acara Hultah dihadiri juga oleh Wakil Gubernur NTB Muh. Amin, SH., M.Si., sejumlah ulama besar dari Mesir, mantan Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Prof Dr Ibrahim Alhudruk, masyaikhul Ma’had Darul Qur’an Walhadits Almajidiyah Asy-syafiiyah NW Pancor, sejumlah anggota DPR RI, jajaran FKPD Prov. NTB, pimpinan OPD Lingkup Provinsi NTB, jajaran FKPD Kab. Lotim serta sejumlah tamu undangan dari seluruh perwakilan NW di Indonesia.hm

Leave A Reply