Berbagi Berita Merangkai Cerita

Target Menangi Tujuh Pilkada Serentak di NTB, DPP PKS Masih Kaji Selly-Manan di Pilwali Mataram

0 27

MATARAM, DS – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan menjadi pemenang di tujuh Pilkada Serentak di NTB tahun 2020 dengan mengusung kader sendiri. Tujuh kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima.

Ketua Korwil DPP PKS Bali-Nusra, Suryadi Jaya Purnama ST, mengatakan, dari tujuh kabupaten/kota itu prosesnya masih berjalan di internal DPW PKS NTB. Hanya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang telah selesai difinalisasi oleh DPP PKS. Dipastikan, PKS akan mendukung petahana untuk kali kedua, yakni pasangan Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM dan Fud Syaifuddin, ST (Firin-Fud) di Pilkada KSB. Sedangkan, untuk Kota Mataram pasangan Hj. Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan yang merupakan koalisi PKS dan PDIP masih berproses di DPP.

“Yang pasti ketimbang Sumbawa. Pasangan Selly-Manan relatif lebih maju dikonsultasikan DPC PKS setempat ke DPP. Saat ini, prosesnya masih berjalan di pusat. Pokoknya, tunggu saja hasilnya,” ujar Suryadi menjawab wartawan, Senin (27/1).

Ia menuturkan, klaim sejumlah pihak yang menyebutkan jika PKS telah menfinalkan pasangan dalam Pilkada serentak tidak bisa dipercayai keabsahannya. Hal ini dipicu, PKS masih melakukan sejumlah kajian dan pertimbangan terkait elektabilitas calon hingga penerimaan oleh masyarakatnya.

“Saat ini, masih semi final. Kalau final itu jika sudah daftar ke KPU. Jadi, PKS masih punya banyak opsi yang disodorkan di Pilkada Serentak NTB, kecuali di KSB yang sudah pasti dan final dukungannya,” tegas Suryadi.

Meski demikian, pihaknya terbuka dengan parpol manapun untuk bergabung dalam koalisi yang digagas oleh partainya. Apalagi, Gubernur Zulkieflimansyah sebagai Ketua Pemenangan Pemilu wilayah (KPPW) PKS NTB telah pula melakukan komunikasi dengan pimpinan parpol lainnya. Salah satunya PDIP yang akan masuk menjadi koalisi bersama di Pilkada kali ini.

“Sekali lagi, secara prinsip PKS itu terbuka dengan parpol manapun. Jadi, enggak ada larangan koalisi dengan parpol A dan B serta C. Ini karena, PKS mengedepankan pertimbangan kewilayahan dan kedaerahannya,” tegas Suryadi. “Jadi, kalau soal gerakan pak Gubernur itu, kan beliau adalah Ketua KPPW PKS NTB, sehingga wajarlah jika beliau melakukan komunikasi ke parpol dan calon manapun karena itu memang tugasnya,” sambungnya. RUL

Leave A Reply