BSK Samawa

Target KLA, Sumbawa Canangkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Foto : Pencanangan DRPPA di Kabupaten Sumbawa. ian

Sumbawa,DS-Pencanangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Kabupaten Sumbawa, Kamis (24/3), berlangsung meriah. Sebanyak lima desa menjadi pilot project masing-masing Desa Pelat, Sebasang, Kelungkung, Penyaring, dan Badas melakukan pengesahan Perdes dan pernyataan komitmen

Acara dihadiri Bupati yang diwakili Asisten I Setdakab Sumbawa, Varian Bintoro, Wakil rakyat Sumbawa, Perwakilan Unicef, LPA NTB, dan Kepala DP3AP2KB NTB secara virtual.

Acara diawali dengan tampilan kesenian dari forum anak kemudian dirangkaikan pembagian paket gizi untuk anak gizi buruk dan 300 dokumen Adminduk di 5 desa hasil pendataan forum anak.

Selain itu hadir pula ibu ibu pedesaan yang tergabung dalam UMKM. Berbagai produk dipamerkan seperti susu kuda, susu kerbau, permen susu, kacang-kacangan, buah-buahan, dan lain-lain.


Kabid Perlindungan Anak DP3AP2KB Sumbawa. Tati Hariati, dalam laporannya mengemukakan DRPPA sudah melalui proses penerbitan Perdes dan pembentukan forum anak (FA). Bupati juga sudah mengeluarkan edaran agar seluruh desa membentuk FA. Hal ini berkenaan dengan upaya memenuhi hak anak.

“DRPPA bukan hanya ingin memberikan pelayanan khusus bagi anak anak melainkan juga bagi perempuan,” katanya seraya berharap keberpihakan lebih kepada anak dan perempuan.

Ia menegaskan DRPPA tidak hanya dilima desa melainkan semua desa di Kabupaten Sumbawa. “Kita ingin wujudkan generasi gemilang dan berkeadaban,” katanya.


Ketua LPA NTB, H.Sahan, SH, mengemukakan agar Sumbawa lebih peduli terhadap perempuan dan anak. Ia berharap Pemkab dapat membuat regulasi Pusat Layanan Integratif bagi Anak.


Perwakilan Unicef, M.Akbar, yang mengaku terharu dengan penampilan anak anak dari forum anak lima desa, mengakui bahwa warga sering tidak faham persoalan anak padahal itu suatu masalah. Di Indonesia sendiri, kata dia, sulit memulihkan anak yang mengalami kekerasan seksual.


Karena itu, sistemnya harus dibentuk. “Orang di desalah yang paling mampu mengendus persoapan anak,” cetusnya seraya menambahkan DRPPA mengajak pada perlindungan.

Ia mengatakan ada 10 indikator DRPPA yang mesti dikenali dari awal. Dengan pencanangan DRPPA, Sumbawa diharapkan bisa menyumbangkan pedoman untuk direplikasi secara nasional. Pasalnya dalam DRPPA ada
the power of bapak, the power of anak-anak dan the power of emak-emak yang bersatu.


Asisten I Setda Sumbawa, Varian Bintoro,M.Si, mengatakan DRPPA jadi contoh di Sumbawa. Ia pun berharap 165 desa dan kelurahan akan membentuk DRPPA. “Lima desa model jadi contoh desa lain,” katanya.

Bintoro mengakui 68 persen anggaran desa sudah habis dengan program yang harus dilaksanakan desa. Karena itu, desa harus pandai mengatur sisanya, menjalankan dan mempertanggungjawabkan agar terbentuk DRPPA dari sisi anggaran.

“Dua minggu lalu sudah rakor dengan OPD untuk susun dokumen kabupaten layak anak (KLA). Sudah ada Perda tinggal lanjut Perbup. Semua OPD yang terlibat sudah diminta selesaikan dokumen pemenuhan kabupaten layak anak,” paparnya.

Bintoro berharap tahun ini Sumbawa akan memperoleh predikat kabupaten layak anak. “Banyak item yang harus dipenuhi sebagai dokumen pendukung KLA termasuk dari kepolisian,” katanya. ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.