Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tanpa TGB, Golkar Optimistis Raup 10 Kursi DPRD NTB

0 26

MATARAM, DS – Kendati target meraup 14 kursi DPRD NTB yang dipatok pada pemilu 2019 belum tercapai, secara perolehan kursi partai Golkar Airlangga Hartarto telah mampu merebut 10 kursi DPRD NTB dari delapan daerah pemilihan (Dapil).

“Memang secara pribadi saya tidak puas, karena target kita tidak terpenuhi pada pemilu 2019 ini. Tapi, saya agak optimis kita akan menjadi pemenang Pemilu di NTB. Apalagi kabarnya dari rekapitulasi perolehan suara yang masih berjalan di Dapil V (Sumbawa dan KSB), Insya Allah Golkar akan nambah satu kursi lagi, sehingga sangat mungkin kita bisa meraih 11 kursi,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah MH menjawab wartawan usai memimpin sidang paripirna DPRD NTB, Selasa (30/4).

Ketua DPRD NTB mengakui, dari kalkulasi perhitungan yang dilakukan pihaknya, Golkar akan bisa meloloskan satu kursi DPR RI dari dua dapil yang ada di NTB pada dapil NTB-2 (Pulau Lombok). Meski demikian, Isvie enggan mengungkapkan siapa caleg tersebut.

“Yang pasti, Golkar sudah mengunci satu kursi DPR RI dari dapil Pulau Lombok. Nah, kalau siapa dia itu, nantilah kawan-kawan wartawan tahu sendiri siapa caleg peraih suara terbanyak di internal Golkar,” kata dia.

Isvie mengungkapkan, dengan raihan 10 kursi yang ada saat ini, Golkar akan bisa menjadi pemenang pemilu di NTB. Pasalnya, Gerindra sebagai pesaing Golkar pada pemilu kali ini, tercatat baru bisa meraup sembilan kursi DPRD NTB. Selanjutnya, ada PKS dan PPP yang sama-sama memperoleh tujuh kursi serta Partai Demokrat yang baru mengumpulkan 6 kursi.

Menurut dia, raihan kursi yang ada saat ini lantaran kerja mesin partai Golkar, khususnya para kader dan para caleg terpantau bergerak masive merebut suara rakyat.

Terkait nama besar mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang kini menjabat Korbid Keumatan DPP Partai Golkar. Isvie menuturkan, fakta di lapangan hampir semua caleg dan kader Partai Golkar belum merasakan effect masuknya TGB yang dikenal merupakan pimpinan ormas terbesar di NTB, yakni Nahdatul Wathan (NW) untuk turun gunung mendongkrak elektabilitas partai.

“Kalaupun suara Golkar stabil saat ini, memang fakta di lapangan, hal itu murni gerakan kader dan para caleg Partai Golkar yang berjibaku siang dan malam merebut simpati rakyat. Yang pasti, pantauan saya Partai Golkar masih dihati masyarakat NTB sejauh ini,” tegas Isvie.

Isvie mengungkapkan, pihaknya akan melakukan berbagai evaluasi secara menyeluruh menyusul sejumlah catatan yang ditemukan di lapangan yang layak disikapi oleh partainya secara kelembagaan.

“Pastinya, evaluasi terhadap kinerja kader partai dan mesin-mesin pada pemilu 2019 baik yang berhasil dan gagal meraup suara jelas akan kita lakukan. Tapi, itu nanti setelah pleno rekapitulasi KPU NTB dilakukan, namun kalau catatan yang ada di lapangan telah kita kumpulkan kok,” jelasnya.

Isvie merincikan, sejauh ini dari tabulasi suara DPD Golkar NTB, terpantau Golkar menang di berbagai wilayah di NTB diantaranya, Kota Mataram, Kota Bima, Kabupaten Bima, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

“Jika nanti kemenangan Partai Golkar di NTB lantas saya ditunjuk menjabat sebagai ketua DPRD NTB untuk kali kedua, itu semua kami serahkan pada partai. Yang jelas saya tidak mau mendahului kehendaklah,” tandas Isvie Rupaedah. RUL.

Leave A Reply