A place where you need to follow for what happening in world cup

Tanpa Ada Pemberitahuan, Warga Sandik Atas Keluhkan Pembangunan SUTET PLN

89

MATARAM, DS – Pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dibangun dekat pemukiman warga di wilayah Dusun Sandik Atas, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.

Pembangunan tersebut kini dalam proses penggalian pondasi menara. Jarak lokasi SUTET dengan rumah warga sangat dekat.

Warga setempat, Leilye Saidah, meluapkan kekecewaan karena pembangunan SUTET di dekat rumahnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Ia tidak sendiri, tapi ratusan kepala keluarga (KK) di wilayah setempat kabarnya juga mengeluhkan pembangunan proyek tersebut.

“Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Selama saya tiga tahun di sini tanpa pemberitahuan. Tahu-tahu mulai proyek pembangunanya. Dan itu, ratusan kepala keluarga mengeluhkan yang sama dengan saya tapi bingung mau kemana mengadunya,” ujarnya pada wartawan, Senin (11/10).

Leilye membenarkan memang telah ada sosialisasi, namun belum menemukan kesepakatan. Anehnya proyek sudah mulai dikerjakan meski belum ada kesepakatan.

“Saya coba memberitahu yang lain ternyata banyak sekali orang terdampak. Mereka memang sering sosialisasi cuma belum ada win win solution,” ujarnya.

Bahaya SUTET bagi Kesehatan

SUTET dinilai memiliki bahaya kesehatan jangka panjang. Paparan radiasi SUTET diklaim dapat menyebabkan risiko terjadinya kanker darah atau leukimia pada anak-anak. Paparan radiasi SUTET meningkatkan risiko bayi terlahir cacat. Tidak hanya itu, risiko kanker payudara, gangguan tidur hingga sakit kepala juga dapat terjadi jika warga terus menerus terpapar radiasi SUTET.

“Ini pasti ada efek kesehatan, ekonomi dan keselamatan. Jaraknya tidak sampai 10 meter di rumah saya,” kata Leilye seraya membenarkan ada kompensasi dari pihak PLN, namun ia menegaskan bahwa kompensasi tidak sebanding dengan risiko kesehatan tinggal di dekat SUTET.

“Kalau saya terima kompensasi, hidup saya tidak selesai sampai kompensasi. Siapa yang mau membeli rumah saya. Diagunkan aja bank tidak mau,” ujarnya.

Dia telah melayangkan protes kepada PLN, namun pihak PLN sebatas membuat berita acara penolakan pembangunan SUTET oleh warga. Pekerjaan tetap berlangsung.

“PLN hanya memberikan berita acara keberatan saya,” katanya.

Apalagi, Leilye saat ini tengah hamil. Dia tidak ingin SUTET dapat mempengaruhi kesehatan anaknya ke depan.

“Seharusnya ada persetujuan warga sebelum dimulai. Tapi enggak ada respon. Kita sudah ngomong sama Kadus, dia enggak tahu kalau itu (pengerjaan) sudah mulai. Polisi pun sepertinya hanya mengamankan proyek itu,” tandas dia.

Sementara itu, staf Humas PLN Unit Induk Wilayah NTB Fitri yang dikonfirmasi terkait pembangunan SUTET di Dusun Sandik Atas, Desa Sandik mengaku, pembangunan SUTET merupakan ranah PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara (Nusra).

“Sebentar ya mas, nanti saya koordinasikan dengan humas PT PLN UIP Nusra terkait komplain warga itu. Intinya,  di PLN ada bidang khususnya yang menangani segala proyek di PLN, yakni UIP Nusra,” kata Fitri yang dihubungi melalui telpon selulernya, terpisah. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas