Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tangani Covid-19, Komisi IV DPRD Mataram Perjuangkan Tambahan Intensif Nakes

41

Suasana raker Komisi IV DPRD Mataram dengan OPD lingkup Pemkot terkait penanganan Covid-19

MATARAM, DS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram mendesak tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 segera menambah atau menyiapkan tambahan fasilitas kesehatan (faskes) untuk penanganan Covid-19 di Kota Mataram.

Menurut beberapa anggota legislatif, lonjakan kasus positif Covid-19 yang terus bertambah setiap harinya di NTB perlu dipersiapkan secara matang. Apalagi, berdasarkan data yang dirilis BNPB dalam rakor virtual bersama Presiden RI dan para Gubernur se-Indonesia pada Rabu (10/6) lalu, Kota Mataram- NTB masuk dalam lima besar nasional sebagai daerah dengan risiko tinggi dalam kasus penyebaran Covid-19.

Dimana, jumlah kasus Covid-19 per 100.000 penduduk berdasarkan kabupaten/kota, Kota Mataram berada di posisi ke-5. Sementara, di tingkat Provinsi NTB, Mataram berada pada peringkat pertama sebagai kota yang paling banyak terkonfirmasi positif Covid-19

Oleh karena itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Mataram, Nyayu Ernawati mengingatkan, Pemkot Mataram untuk lebih memberikan perhatian kesejahteraan dan keselamatan para dokter/tenaga medis yang menangani pasien terkena virus corona atau Covid-19. “Bila perlu insentif mereka ditambah,” tegas Nyayu dalam siaran tertulisnya pada wartawan, Jumat (12/6).

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram itu mengaku, para tenaga medis inilah yang bertarung menaruhkan nyawa dalam menjalankan tugas mulianya untuk menyembuhkan pasien terkena virus corona. “Perlu ada perhatian khusus dari pemerintah daerah kepada para dokter dan perawat agar semangat mereka tidak kendor melaksanakan tugasnya,” ujar Nyayu.
Menurut dia, dengan anggaran Rp 2,9 miliar lebih yang dialokasikan sebagai honorarium dan intensif bulan yang diterima tenaga medis dalam menangani Covid-19 di Kota Mataram. Hal itu dirasa sangat sedikit jika melihat beban kerja para tenaga medis selama ini.

“Ingat, Kota Mataram itu sudah masuk zona merah dengan angka kasus positif corona tertinggi di NTB dan nomor lima secara nasional. Jadi, tugas mereka saat ini sangat berat dan beresiko tinggi, sehingga perlu ada perhatian khusus dari pemkot Mataram,” kata Nyayu.

“Saya usulkan, bila perlu, para dokter dan perawat yang menangani pasien virus corona diasuransikan atau diberi insentif, sebab merekalah ujung tombak dalam menghadapi virus berbahaya ini,” sambung dia.
Saat rapat kerja (Raker) dengan OPD terkait yang menangani Covid-19 di Kota Mataram. Nyanyu menungkapkan, keselamatan para dokter dan tenaga medis juga perlu menjadi perhatian serius. Yakni, dengan menyediakan alat pelindung diri.

Sebab, penularan virus corona sangat cepat, berbahaya dan mematikan bagi setiap manusia yang tertular. “Kalau dirinya tidak dilindungi dengan peralatan yang lengkap, bagaimana dokter bisa menangani pasien secara maksimal. Dokter dan perawat juga manusia yang tidak kebal dari serangan virus. Silahkan cek disetiap rumah sakit, apakah sudah lengkap alat-alat pelindung diri. Jika belum ada, segera lengkapi, jangan terhenti hanya terkendala keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu. Nyayu pun prihatin dengan banyaknya tenaga medis yang terpapar Covid-19 saat ini. “Atas nama pimpinan Komisi IV DPRD Mataram, kami prihatin dan mendukung penuh perjuangan para tenaga medis menjadi garda terdepan melawan virus mematikan ini,” tandas Nyayu Ernawati. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.