Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tandatangani MoU dengan RSUD Provinsi NTB KPU NTB : Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Terapkan Protokol Covid-19

19

MATARAM, DS – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) di enam wilayah yang akan menggelar Pilkada Serentak pada 9 Desember melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTB, HIMPSI dan BNN Provinsi NTB.

Penandatanganan kerjasama yang berlangsung di Aula Rinjani RSUD Provinsi NTB pada Senin (31/8), dihadiri oleh KPU Provinsi NTB beserta jajarannya, Ketua dan Sekretaris KPU di 6 kabupaten se-NTB.

Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud mengatakan, pada Pilkada Serentak kali ini, terdapat dua  jalur pendaftaran pasangan calon kepala daerah. Yakni, jalur perseorangan dan partai politik.

Menurut Suhardi, saat ini, prosesnya adalah  persiapan untuk jalur parpol. Dimana, ketentuannya Bakal Pasangan Calon (bapaslon) harus memenuhi jumlah dukungan minimal 20 persen kursi atau 25 persen suara sah.

Selain itu, sebelum pemeriksaan kesehatan, bapaslon harus menyerahkan hasil SWAB Test PCR. “Agar pemeriksaan kesehatan berjalan secara baik, profesional, serta akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan, maka hari ini dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama pemeriksaan kesehatan Calon Bupati dan Wakil Bupati antara KPU Provinsi NTB, 6 (enam) Kabupaten se-Nusa Tenggara Barat dengan IDI Wilayah NTB, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) NTB dan BNN NTB,” ujar Suhardi dalam sambutannya.

Ia menegaskan, penandatanganan dengan pihak terkait dilakukan KPU, agar dapat melahirkan kepemimpinan yang sehat secara jasmani dan rohani.

“Kami berharap agar proses ini berjalan dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan,” tegas Suhardi.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah NTB, dr. H. Doddy A, K. Sp.OG, menyampaikan bahwa sesuai arahan dari KPU Provinsi NTB, pihaknya bersama BNN dan HIMPSI telah bersepakat akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan di RSUD Provinsi NTB.

Menurut Dody, dari koordinasi dengan BNN dan HIMPSI, dipastikan tenaga dokter ahli untuk memeriksa kesehatan bapaslon telah mulai dipersiapkan.  Diantaranya, dari perhimpunan dokter spesialis bedah, paru, mata, THT, syaraf, jiwa, radiologi, ginekologi, neurologi dan patologi klinik.

“Insya Allah, kami akan secara bersama melakukan pemeriksaan kesehatan bapaslon. Apalagi, rekan spesialis ini berasal dari dokter ahli yang telah memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Ijin Praktek) dan memiliki syarat kompetensi,” jelasnya.

“Kami juga telah menyiapkan Tim Penilai, yang mana hasil pemeriksaan kesehatan tersebut akan dinilai dan dipastikan oleh Tim Penilai dari IDI, HIMPSI dan BNN,” sambung dokter Dody.

Ia menambahkan, terkait kondisi Pandemi Covid-19, maka pemeriksaan kesehatan bapaslon akan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.

Terpisah, Direktur RSUD Provinsi NTB yang diwakili oleh Wakil Direktur Pelayanan, dr. Agus Rusdhy Hamid, Sp.OG (K) MARS menjelaskan,  protokol dan prosedur pemeriksaan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 akan dilakukan oleh Tim Pemeriksa Kesehatan yang sudah mengantongi STR dan SIP.

Menurut dia, para tenaga medis itu bukan anggota partai ataupun bukan dokter pribadi. Untuk itu, lantaran sebagai persyaratan calon kepala daerah, maka seblum melakukan pemeriksaan kesehatan, bapaslon telah melakukan pemeriksaan SWAB PCR SarsCov2 dengan hasil negatif.

“Kami imbau, bapaslon mempersiapkan diri sesuai dengan protokol. Yakni, puasa mulai jam 20.00 di malam hari sebelum pemeriksaan kesehatan. Dan yang utama, mereka enggak boleh didampingi pada saat pemeriksaan kesehatannya,” tandas dr. Agus Rusdhy Hamid. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.