Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tanam Ratusan Pohon, PDIP Kota Mataram Usul Pemilik Lahan RTH Raih Reward Bebas Pajak

31

FOTO. Para kader PDI Perjuangan Kota Mataram tengah menaman ratusan pohon di RTH yang berdekatan dengan Yayasan Dharma Laksana di Lingkar Selatan. (FOTO. Rul)

MATARAM, DS  – DPC PDI Perjuangan Kota Mataram melakukan aksi penanaman pohon di sepanjang aliran sungai Jangkuk dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berdekatan dengan Yayasan Dharma Laksana di Lingkar Selatan Kota Mataram, Sabtu (23/1).

Kegiatan yang dilakukan serentak untuk memeriahkan HUT Megawati Soekarno Putri yang merupakan Ketua DPP PDI Perjuangan itu diikuti para kader PDI Perjuangan dari seluruh tingkatan, mulai ranting, anak cabang, DPC hingga Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram.

Kendati hujan mengguyur Kota Mataram sejak pagi hingga sore hari, namun hal itu tidak menyurutkan langkah para kader partai berlambang Banteng untuk menanam sebanyak 450 batang pohon berbagai jenis.

Rinciannya, pohon Matoa, sebanyak 100 batang, Ketapang Kencana sebanyak 150 batang, dan Juwet sebanyak 50 batang, dan Tabebunya sebanyak 150 batang.

“Semoga dihari yang istimewa ini beliau (Megawati) selalu sehat dan panjang umur,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, Made Slamet pada wartawan, Sabtu sore, kemarin.

Menurut Anggota DPRD NTB itu, khusus Lokasi penanaman di RTH yang berdekatan dengan Yayasan Dharma Laksana di Lingkar Selatan itu, justru areal tersebut merupakan lahan milik pribadi masyarakat Pagutan. Yakni, Wayan Getul.

Oleh karena itu, Made menyarankan agar dedikasi masyarakat yang rela menyerahkan dengan penuh kesadaran lahannya dipergunakan untuk fasilitas umum agar bisa diberikan reward oleh pemerintah.

Pasalnya, RTH di Lingkar Selatan itu telah mampu menjadi paru-paru kehidupan bagi masyarakat di Kota Mataram.

“Mewakili DPC PDI Perjuangan Kota Mataram saya mengusulkan agar Pak Wayan Getul bisa dibebaskan dari pajak. Ini karena kerelaan lahan miliknya yang dipakai selama ini, masyarakat Mataram dapat menghirup udara yang bersih,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Made tak lupa sedikit menceritakan sosok dari ketua nya itu. Menurut dia, Megawati Soekarno Putri tidak hanya seorang pemimpin dalam partai.

Sebab, Putri Presiden pertama Indonesia itu adalah sosok seorang guru yang telah memberikan keteladanan kepada seluruh kader.

“Beliau (Megawati) mengajarkan bagaimana cara berpolitik yang harus digerakkan oleh semangat juang. Seluruh kader harus berkeyakinan di dalam setiap langkah politik melalui dasar terang ideologi Pancasila,” tegasnya.

Di hari istimewa Ketua Umum PDI Perjuangan kali ini, lanjut Made, perayaan yang meriah tidak ada dilakukan oleh kader Partai. Hal itu kata dia dikarenakan wabah pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kota Mataram masih belum tuntas.

“Apalagi, kebijakqn Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga masih berjalan di Pulau Jawa dan Bali, maka hadiah ultah ke ibu Megawati dilakukan dengan gerakan jaga bumi, yakni dengan menanam pohon. Dan kegiatan itu hanya dilaksanakan di luar Jawa dan Bali,” tandas Made Slamet. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.