Tambah Libur Sekolah Sampai 13 April, Guru NTB Wajib Beri Pelajaran Daring ke Siswa

3 min read

MATARAM, DS – Pemprov NTB akhirnya memperpanjang masa libur sekolah hingga 13 April mendatang. Kebijakan itu dilakukan sebagai upaya meminimalisir dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang kini kian meluas.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, keputusan itu diambil dengan memperhatikan perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayahnya

“Pemerintah Provinsi NTB mengambil kebijakan memperpanjang masa libur sekolah (belajar di rumah) bagi sekolah pada semua tingkatan, mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMU/SMK/MA, dan Pondok pesantren, dengan ketentuan tidakmemberikan tugas kelompok dan tugas lainnya yang membuat para siswa/santri keluar rumah,” ujar Wagub menjawab wartawan, Jumat (27/3).

Selain itu, Pemprov NTB juga memperpanjang masa libur perkuliahan bagi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang ada di NTB.

Menurut Wagub, kewenangan untuk meneruskan kebijakan perpanjangan libur sekolah jenjang TK, SD dan SMP merupakan hak para bupati dan walikota. Sementara, Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB untuk sekolah di bawah kewenangan Kementrian Agama serta Rektor/Ketua/Direktur untuk tingkat perguruan tinggi.

“Jadi, masa perpanjangan libur sekolah itu berlaku dari tanggal 30 Maret 2020 – 13 April 2020 dan akan dilakukan evaluasi untuk kebijakan lebih lanjut,” kata Rohmi.

Rohmi mengatakan, masyarakat harus mulai serius berpartisipasi membantu upaya pemerintah dalam menangani wabah Covid-19, baik di tingkat pusat maupun di daerah.

Disiplin untuk mengurangi keluar rumah, menghindari kumpulan, dan menjaga jarak akan sangat membantu menekan penyebaran Covid-19.

“Itu sebabnya jangan pernah bosan mengingatkan antar sesama masyarakat. Jaga diri, jaga keluarga dan jaga lingkungan masing-masing, dan tetap ikuti anjuran pemerintah,” tandas Wagub Rohmi Djalilah.

Tugas Daring

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Mataram, H Lalu Fatwir Uzali, mengatakan, perpanjangan libur sekolah hingga 11 April 2020 untuk semua jenjang pendidikan mulai dari TK/PAUD, SD/MI, dan SMP/MTs Negeri dan swasta. Keputusan itu mengikuti perpanjangan masa siaga darurat bencana nonalam Corona Virus Disease (Covid-19). “Pelajar libur sampai 11 April 2020, dan mulai masuk pada Senin (13/3),” kata dia.

Keputusan perpanjangan masa libur siswa sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 tersebut telah diteruskan ke semua kepala sekolah. Kepala sekolah diminta menaati dan melaksanakan Edaran Wali Kota Mataram Nomor:422.3/302/disdik.A/III/2020.

Dia mengatakan, edaran itu juga menyebutkan proses pembelajaran selama waktu libur dilakukan guru dengan memberikan tugas. Selain itu, bimbingan belajar kepada siswa melalui media dalam jaringan (daring) atau online.

Guru juga diminta memberikan penugasan terstruktur dalam bentuk LKS yang dibuat oleh guru kelas. Guru mata pelajaran sesuai karakristik mata pelajaran dan kelas yang diampu dengan tetap mendapatkan pendampingan dari orang tua.

“Kepala sekolah juga diminta untuk sementara waktu sampai kondisi normal melarang siswa melaksanakan tugas ekstrakulikuler dan aktivitas berkumpul baik yang menggunakan fasilitas sekolah maupun luar sekolah,” katanya.

Edaran tersebut juga mengingatkan seluruh warga satuan pendidikan untuk tidak berbagi makanan, minuman dan alat musik tiup serta mengingatkan, warga satuan pendidikan untuk menghindari kontak fisik langsung. Seperti bersalaman, cium tangan dan lainnya.

Sekolah diminta juga untuk menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang baik di dalam maupun di luar lingkungan satuan pendidikan.

Kemudian, menyampaikan kepada orang tua untuk mengambil peran membatasi putra atau putrinya beraktivitas di luar rumah, menyampaikan informasi ke sekolah apabila terindikasi sakit dan menghubungi unit-unit layanan kesehatan terdekat. Mencuci dan menyiapkan perlengkapan ibadah di musala sekolah setelah digunakan. RUL

Tinggalkan Balasan