Berbagi Berita Merangkai Cerita

Takbir Keliling Seribu Lampion Lombok Pecahkan Rekor MURI

0 27

MATARAM, DS – Pelaksanaan Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya di Kota Mataram, NTB pada Sabtu malam (24/6) lalu, berhasil memecahkan rekor MURI untuk peserta takbir keliling terbanyak di Indonesia. Selain itu, kemeriahan pawai takbiran juga kian semarak dengan adanya lampion, puluhan replika masjid dan kaligrafi berbagai ukuran yang di bawa para peserta pawai takbiran.

Gubernur Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi, Wakil Gubernur H Muhammad Amin, Walikota Mataram H Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana, Imam Besar dari Yordania Syekh Ahmad Jalal Abdullah Yahya, terlihat hadir bersama puluhan ribu warga dari penjuru Kota Mataram dan Lombok Barat tersebut.

Perwakilan MURI Awan Rahargo yang berkesempatan hadir mengatakan, jika pemprov dan pemkot Mataram selaku penyelenggara kegiatan tersebut didaulat berhasil memecahkan rekor MURI. “Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya berhasil catatkan pemecahan rekor MURI takbir keliling dengan peserta terbanyak di Indonesia,” ungkap Awan disela-sela pembukaan Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya di depan Kantor Gubernur NTB, kemarin malam.

Menurutnya, kegiatan takbir keliling di Kota Mataram atau Mataram Street Takbir diikuti lebih dari 29 ribu orang dengan membawa kreasi lampion unik bernuansa Islami. Pihaknya merasa terhormat, lantaran bisa hadir dalam rangkaian Pesona Khazanah Ramadhan yang ditutup dengan kegiatan yang spektakuler dan inovatif tersebut.
“Selanjutnya, marilah kita sama-sama mengumandangkan takbir kemenangan,” tegas Awan.

Sementara itu, Gubernur Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi mengaku, jika takbir itu merupakan perintah Allah SWT dalam Alquran usai umat Islam melaksanakan perintah berpuasa selama bulan suci Ramadan. Menurutnya, prosesi takbir keliling bukan merupakan sikap untuk gagah-gagahan, sekadar selebrasi maupun hanya ingin beramai-ramai. Melainkan takbir adalah menjalankan perintah Allah SWT.
“Sekali lagi sebagai seorang hamba, manakala ada perintah Allah maka jalankan sebaik-baiknya,” tegas Gubernur dalam sambutannya.

TGB menjelaskan, kegiatan takbiran merupakan tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun di Indonesia dengan membawa kegembiraan sebagaimana tradisi halal bihalal dan juga bersilaturahim.
Ia menuturkan, jika di tempat lain, karena kondisi dan keadaaan hanya bisa melaksanakan takbir di masjid, namun dengan penuh kesyukuran NTB mampu menggelar takbir keliling pada sejumlah ruas jalan di Kota Mataram. “Takbir keliling di Indonesia penuh kesukacitaan menunjukkan syiar agama, mari takbir beramai-ramai, mudah-mudahan takbir kita, Allahu Akbar, datangkan keberkahan,” jelas Gubernur.

Oleh karena itu, ia mengingatkan baik kafilah maupun warga untuk menjalankan takbir keliling dengan tertib dan memperhatikan kebersihan. “Silahkan, takbir seramai-ramainya, tapi juga setertib-tertibnya, itu ajaran Islam. Tidak boleh ada sampah yang tercecer usai gema takbir, bersih kita mulai, bersih juga kita akhiri,” tandas TGB.

Usai dinobatkan pecahkan rekor MURI, Gubernur NTB bersama Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dan Walikota Mataram Ahyar Abduh bersama-sama memukul gendang beleq (besar) sembari mengumandangkan lantunan takbir. fahrul

Leave A Reply