Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tak Puas Penyaluran Bansos, Masyarakat Geruduk Kantor Desa Gelora

19

SELONG, DS – Jum’at (29/05/2020), sekira pukul 09.20 Wita, ratusan masa dari Aliansi Masyarakat Gelora Menggungat (AMGM), menggeruduk Kantor Desa Gelora, Kecamatan Sikur. Kedatangan AMGM ini untuk mempertanyakan ketidak transparansian Pemerintah desa (Pemdes), dalam pengalokasian Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), untuk penanganan dampak Covid-19. Serta, penggunaannya dalam pembangunan Desa Gelora.

Korlap aksi, Hadi Conan, dalam orasinya meminta Pemdes Gelora untuk transfaran dalam pengelolaan anggaran desa. Bahkan, ia meminta agar Kepala desa melepaskan jabatannya. Serta meminta agar Kepala Desa membekukan BPD.

“Sudah 8 tahun kita tabayyun kepada Kepala Desa. Selama 8 tahun ini, di Desa Gelora tidak pernah dipasang papan informasi pembangunan,” teriak Hadi.

Selain itu, massa aksi juga menyebut adanya dugaan penerima bantuan Covid-19 ganda. Dimana, ada penerima bantuan PKH/BPNT yang juga mendapat bantuan lain dari dana Covid-19. Bahkan, ada warga yang sudah meninggal, dicantumkan sebagai penerima bantuan sosial.

“Kami minta semua data penerima bantuan di Desa Gelora. Kalau sampai Rabu minggu depan tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan aksi kembali, dengan massa yang jauh lebih besar,” tandasnya.

Setelah berorasi sekitar 30 menit, masa aksi ditemui langsung oleh Camat Sikur, Lalu Putra, dan Kades Gelora.

Lalu Putra mengapresiasi unjuk rasa yang dilakukan AMGM sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam pengawasan pemerintahan.

Sementara itu, Kades Gelora, Nurasmat Memaparkan jumlah anggaran desa Gelora yang mencapai Rp. 1,3 M, serta peruntukannya.

“Kita pemerintah Desa Gelora mempunyai dana Rp. 1,3 M, dan kita mendapat 5 jenis bantuan sosial Covid-19,” ucapnya dihadapan masa aksi.

Aksi unjuk rasa ini berjalan dengan aman dibawah pengawalan ketat aparat Kepolisian dari Polres Lombok Timur. Dan berakhir sekitar pukul 10.30 Wita. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.