Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tak Ingin Kecolongan, Suhaili-Amin Isi Saksi di 8.336 TPS

0 5

MATARAM, DS – Koordinator pengamanan suara pasangan calon (paslon) Suhaili-Amin, Lalu Satriawandi tidak ingin kecolongan kembali seperti tahun 2013 dalam menghadapi Pilkada NTB tahun ini. Berbagai strategi pemenangan sudah disiapkan termasuk pengamanan suara di setiap tingkatan.

“Setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang jumlahnya mencapai

8.336 di seluruh wilayah NTB akan kita siapkan saksinya. Dan itu pun akan berlapis,” kata Satriawandi menjawab wartawan.

Diketahui, paslon nomor urut satu, yakni HM. Suhaili FT berpasangan dengan Muhamad Amin dalam Pilgub 2018 ini. Paslon ini diusung oleh partai Golkar, Nasdem dan PKB dengan total dukungan 19 kursi DPRD provinsi NTB.

“Sebenarnya dengan pemberlakukan C1 tembus sudah sangat transparan, tidak ada keraguan. Hanya yang menjadi perhatian justru saat distribusi kotak dan surat suara ke TPS,” ujar Satriawandi.

Ketua AMPG Partai Golkar yang juga anggota DPRD NTB itu mengatakan semua saksi yang telah dipersiapkan pihaknya telah memiliki alamat lengkap serta nomor telpon masing-masing. Direncanakan, para saksi yang sudah direkrut tersebut tidak hanya terfokus pada pengamanan suara, namun mereka bekerja juga melakukan penggalangan massa di wilayahnya kerjanya.

“Insya Allah, tiga parpol pengusung telah pula menyiapkan saksi masing-masing di wilayah basis mereka. Misalanya, Partai Nasdem telah punya Komisi Saksi Nasdem (KSN), tinggal kita singkronkan, tapi kalau jumlahnya di TPS berapa yang kita sebarkan, tidak etis kami sebutkan, karena itu teknis dan strategi kami dalam meraup suara pemilih,” jelas Satriawandi.

Pihaknya berharap, Pilkada ini dapat berjalan damai tanpa dan fitnah dan kampanye hitam. “Masyarakat dapat mamanfaatkan pesta demokrasi ini dengan baik dan gunakan hak sebagai warga neraga,” ungkapnya.

Satriawandi menegaskan, komitmen paslon Suhaili-Amin untuk tidak menerapkan money politik dalam kampanye nanti dan menyiapkan antisipasi agar tidak terjadi cara curang. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar pihak penyelenggara, baik dari jajaran KPU dan Bawaslu harus benar-benar menaati aturan main serta bersikap netral dalam pilkada kali ini.

“Kenetralan semua jajaran pihak penyelenggara pemilu sangat kita harapkan, karena kita selaku paslon dan tim sudah komit untuk menang secara terhormat tanpa melakukan praktik yang merugikan pelaksanaan pilkada kali ini,” tandas Satriwandi. fahrul

Leave A Reply