Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tak Gunakan Masker di Mataram, 36 Warga Disanksi Menyapu Jalan

66

FOTO. Aparat gabungan tengah memeriksa para pengguna kendaraan bermotor di wilayah Lingkar Selatan, Kota Mataram yang kedapatan tidak menggunakan masker. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB bersama jajaran TNI/Polri juga Satpol PP Mataram mengenakan sanksi sosial bagi warga yang tidak menggunakan masker dengan menyapu jalanan yang ada di empat wilayah di Kota Mataram

“Sanksi sosial nyapu jalanan tetap kami berlakukan pada warga yang melanggar aturan protokol kesehatan. Sapu dan baju rompinya sudah kita siapkan,” ujar Kasatpol PP NTB Tribudi Prayitno menjawab wartawan, Senin (19/10).

Dalam operasi tertib masker (Tibmask) di empat titik di Wilayah Kota Mataram pada Senin (19/10) pagi,  aparat gabungan menjaring sebanyak 36 orang yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Mereka terjaring masing-masing di depan Korem 162 WB, Jalan TGH. Ali Batu, Karang Genteng dan Pagutan.

“Rinciannya. Yakni, sebanyak 23 orang dikenakan sangsi sosial, sementara 13 orang lainnya dikenakan sangsi administrasi. Dimana, dari 13 orang itu, sebanyak 12 orang adalah masyarakat dan 1 orang adalah ASN,” jelas Tribudi.

“Kita utamakan pelanggar yang menyapu jalanan dari orang-orang yang berkendara tapi tidak pakai masker,” sambungnya.

Selain sanksi sosial berupa menyapu jalan, Satpol PP juga memberikan sanksi berupa denda yang nominalnya antara Rp 100.000 hingga Rp250.000 setiap terjadi pelanggaran.

“Kegiatan penegakan Perda terkait disiplin Prokes Covid-19 akan terus kita lakukan. Ini adalah upaya Satpol PP dalam upaya memutus mata rantai Covid-19,” tandas Tribudi Prayitno. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.