Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 10 Jun 2019 16:55 WITA ·

Tak Fokus Ditangani, Sampah di Sungai Jangkuk Dasan Agung Menumpuk


					Inilah tumpukan sampah yang kebanyakan sampah plastik di sepanjang Sungai Jangkuk Perbesar

Inilah tumpukan sampah yang kebanyakan sampah plastik di sepanjang Sungai Jangkuk

MATARAM, DS – Penumpukan sampah di Sungai Kali Jangkuk di titik antara Dasan Agung dan Pejeruk Kota Mataram, membuat warga protes. Pasalnya, kondisi tersebut menyebabkan tersumbatnya sungai.

Uki (34), warga Dasan Agung, mengaku sangat terganggu dengan tumpukan sampah yang melintasi depan rumahnya tersebut. Sampah itu kini menimbulkan bau yang menyengat. ”Biasanya ada yang membersihkan. Dalam seminggu terakhir ini belum ada juga yang mengangkut sampah-sampah itu,” ujarnya menjawab wartawan, Sabtu (8/6).

Uki menambahkan, pembuangan sampah ke sungai itu sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Biasanya, pelaku pembuangan sampah ke sungai dilakukan pada malam hari. ”Pasti begitu, sore dibersihkan dan paginya menumpuk lagi (sampah, Red),” kata Uki.

Senada juga diungkapkan Oting, warga Pejeruk yang mengatakan penumpukan sampah tidak lepas dari kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. ”Warga diam saja saat ada orang yang membuang sampah ke kali,” ucapnya.

Menurut pemuda pegiat sungai di Kota Mataram itu, dirinya sempat menyarankan pada Pemkot setempat terkait perlunya pola penanganan sampah secara terpadu mengingat Sungai Jangkuk memiliki beban pembuangan sampah lebih besar akibat hadirnya sampah dari aliran selokan di samping perumahan DPRD NTB yang merupakan jalur darinase dari aliran Karang Taruna (Karang Keloq).

“Para petugas bukanya menangani sampah dari jalur Karang Taruna, tapi malah aliran sampahnya dibiarkan begitu saja ke aliran Sungai Jangkuk. Inilah yang menjadi pemicu penyumbang sampah terbesar di Jangkuk saat ini,” kata Oting.

“Sering sekali kita suarakan ke forum rapat di pemkot Mataram yang dihadiri pak Walikota, Wakil Walikota hingga Kadis PU Mataram, tapi apalah daya saya yang hanya masyarakat biasa bukan pejabat berwenang yang istimewa,” lanjutnya.

Oting menyayangkan pola penanganan sampah yang dilakukan pemkot dibawah nahkoda Walikota H. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota Mohan Roliskana di Kota Mataram, justru mengalami kemunduran. Padahal, di era kepemimpinan Plt Walikota Mataram Hj. Putu Selly setiap seminggu sekali ada gerakan gotong royong bersama antara warga dengan seluruh OPD lingkup pemkot yang dilakukan secara bergiliran di semua lingkungan di Kota Mataram.

“Bagaimana program NTB Zero Waste bisa berhasil di Mataram jika pengelolaan sampah tidak tertangani dengan baik,” tandasnya. “Kami rindu gerakan gotong royong bersama seluruh warga Mataram yang dulu dilakukan Plt Walikota Selly agar bisa dihidupkan lagi,” tambah Oting. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mimpi Besar Anak NTB, Itu Harapan Gubernur

12 Mei 2022 - 16:30 WITA

Pembangunan Pondok Pesantren Tidak Boleh Berhenti,Ini Alasannya

10 Mei 2022 - 16:13 WITA

Gubernur Hadiri Silaturahim Pendidikan YPH PPD NWDI

7 Mei 2022 - 16:55 WITA

Gunakan Trail, Gubernur NTB Tinjau SDN 3 Bukit Tinggi

24 April 2022 - 16:26 WITA

SCImago Institutions Rankings Tempatkan Unram PT Peringkat 15 Inovasi Terbaik di Indonesia

18 April 2022 - 14:26 WITA

Musda IKA UNHAS-Bima Dibuka Gubernur NTB

17 April 2022 - 12:34 WITA

Trending di Pendidikan