Menu

Mode Gelap

Hukum · 15 Feb 2020 11:30 WITA ·

Tak Diketahui Manajemen, Dua PS Metzo Akui Lakukan Tari Telanjang Diam-diam


					Aparat penyidik Polda NTB tengah memeriksa dua PS dan satu papi tersangka aksi tari telanhang di Metzo Executive Club dan Karaoke Senggigi Perbesar

Aparat penyidik Polda NTB tengah memeriksa dua PS dan satu papi tersangka aksi tari telanhang di Metzo Executive Club dan Karaoke Senggigi

MATARAM, DS – Kasus penangkapan dua orang penari telanjang dan seorang papi atau mucikari yang ditangkap di Metzo Executive Club dan Karaoke di Senggigi, Lombok Barat, oleh jajaran Polda NTB, memasuki baru baru.
Sebanyak dua orang partner song (PS) berinisial YM alias NT (35) asal Kota Cilegon dan SM alias KR (23 tahun) asal Serang, Provinsi Banten, melakukan aksi seronok itu di luar pengetahuan manajemen setempat.

Sedangkan, mucikari alias papinya pria berinisal DA (43 tahun) asal Cilegon Banten, melakukan tindak pidana dengan memberikan fasilitas khusus pada pengunjung cafe untuk menikmati tarian tanpa busana yang dilakukan oleh partner song (PS).

Kuasa hukum ketiga pelaku, Hendro Purba SH dari LBH Reform mengatakan dari pengakuan dua PS tersebut, praktik yang mereka lakukan itu di luar sepengetahuan manajemen Metzo Executive Club & Karaoke.

“Jadi, menurut keterangan kedua PS tersebut bahwa kejadian ini di luar pengetahuan manajeman. Mereka lalukan secara diam-diam, tanpa suruhan atau perintah siapapun termasuk manajeman Metzo,” ujarnya menjawab wartawan usai mendampingi kliennya di Mapolda NTB, Jumat (14/2).

Menurut Hendro, kedua PS tersebut juga telah mengetahui adanya larangan perbuatan melanggar hukum di Metzo. Namun dilakukan secara diam-diam.”Sepengetahuan kedua PS, Metzo memiliki aturan yang ketat dilarang keras narkoba, asusila maupun tindakan seksualitas, makanya mereka diam-diam,” kata dia.

Pihaknya sepenuhnya menghormati proses hukum yang dilakukan polisi.

Rekening Papi
Sementara itu, pengacara tersangka lainnya, Suhardi SH, mengatakan soal uang yang masuk di rekening papi berinisial DA yang sempat dituduh polisi merupakan uang DP tarian tanpa busana adalah tidak benar.

“Menurut keterangan tersangka papi kejadian itu tidak diketahui sama sekali karena saat itu tersangka papi sedang tidak enak badan sehingga tidak melakukan pengecekan setiap room saat itu,” ujarnya.

Suhardi mengatakan, dari keterangan DA, uang yang disebut polisi adalah DP tarian tanpa busana adalah uang titipan dari kerabat PS.
“Sedangkan dana yang dituduhkan masuk ke rekening tersangka papi sebagai DP adalah tidak benar. Itu adalah uang titipan dari kerabat PS yang menitip uang kiriman dan transferan. Biasanya papi membantu terima dana titipan karena tidak semua PS punya rekening bank,” jelasnya.

“Dipastikan oleh papi, bahwa dana itu tidak diketahui sebagai DP, pengetahuan Papi itu hanya dana titipan transfer dari kerabat PS,” sambungnya. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 270 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BNNP NTB Musnahkan Barang Bukti Shabu dari Oknum Polisi

10 November 2022 - 14:54 WITA

Curanmor Marak, Begini Desakan Sekum HMI Cabang Mataram ke Kapolda NTB

6 November 2022 - 20:22 WITA

IKMAL Mataram Desak Kapolda NTB Tuntaskan Kasus Kematian Pilkades di Bima

4 November 2022 - 18:58 WITA

Kades Jangan Permudah Kirim BMI Ilegal

11 Oktober 2022 - 18:04 WITA

Sebanyak, 1.444 Tersangka Kasus Korupsi Tertangkap, Bimtek Anti Korupsi bagi Pelaku Dunia Usaha

8 Oktober 2022 - 14:49 WITA

DPD IMM NTB Kecam Tindakan Represif terhadap Kader IMM NTB

9 September 2022 - 15:52 WITA

Trending di Hukum