Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tak Bisa Tunjukkan Surat Vaksin, Ratusan Pengendara Putar Balik

109

FOTO. Salah satu pengemudi yang melintas di wilayah Kota Mataram tengah di swab oleh petugas gabungan, lantaran tidak membawa kartu vaksin. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Ratusan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi pintu masuk Kota Mataram di Lingkar Selatan Bypass, terpaksa putar balik karena tidak bisa menunjukkan surat vaksin dan swab antigen, Selasa (13/7).

Aparat gabungan dari Polres Mataram, Satpol PP, Dishub dan Satgas Covid-19 Kota Mataram terlihat berjaga-jaga di semua pintu masuk di hari pertama penerapan PPKM Darurat di Kota Mataram. Salah satunya, di monumen Tembolak yang terletak di Bypas Lingkar Selatan, Kota Mataram.

Kabid Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Arif Rahman membenarkan, mulai hari ini, pihaknya melakukan pengetatan terhadap para pengendara dari luar Kota Mataram yang tidak memakai masker. Serta, tidak bisa menunjukkan surat vaksin dan swab antigen.

“Tadi, ada ratusan pengendara kita minta putar balik. Mereka kita cek satu persatu KTP-nya. Termasuk, banyak yang dari luar Kota Mataram kita suruh putar balik. Selain itu kita juga berikan sanksi sosial,” ujar Arif pada wartawan, Selasa (13/7).

Menurut dia, bagi warga Kota Mataran yang tidak menerapkan prokes diberikan sanksi sosial dan denda. “Kita tetap melakukan pemeriksaan di empat pintu masuk. Penjagaan akan kita lakukan terus meski hari libur,” kata Arif.

Sementara, rapid test bagi pengendara yang tidak memakai masker tidak mungkin dilakukan secara masal. Hanya beberapa pengendara yang tidak pakai masker yang di-rapid test. Jika ada gejala, pihaknya akan melakukan swab antigen.

“Kalau positif akan diisolasi. Tapi, yang tadi belum ada yang sampai positif,” ucap Arif.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr Usman Hadi kembali mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Usman meminta warga tetap memakai masker dan menjaga jarak di tempat-tempat publik, seperti pasar atau supermarket guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Sebagai antisipasi, Satgas Covid-19 Kota Mataram juga melakukan pengawasan di beberapa pintu masuk ibu kota Provinsi NTB ini.

Tercatat, di pintu masuk Kota Mataram, orang ber-KTP luar NTB harus menunjukkan hasil swab PCR negatif dan kartu vaksin. Sedangkan warga NTB dari kabupaten lain hanya diwajibkan menerapkan prokes. “Masker harus tetap digunakan guna mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.