Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tak Bangun Embung, Dana Desa Ditahan

0 4

LOTIM, DS – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, menegaskan para kepala desa yang tidak mengalokasikan dana desa untuk pembangunan embung di wilayahnya, terancam sanksi tegas. Menteri tidak akan mengucurkan alokasi dana desa tahap ketiga yang dipastikan jumlahnya meningkat tiga kali lipat dari alokasi yang ada saat ini.

“Yang jelas, para kepala desa jangan main-main, saya akan memantau langsung kinerja kepala desa yang diberi tanggung jawab untuk mengelola anggaran desa itu. Pokoknya, tidak ada pembangunan embung, maka ya sudah, kita tidak berikan alokasi dana desanya,” tegas Menteri Desa saat melakukan kunjungan kerja di Sembalun, Kabupaten Lotim, Rabu (24/5).

Menteri Eko mengatakan, sesuai koordinasinya denganMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, maka satu-satunya cara menghidupkan lahan tidur dan lahan tandus di satu wilayah adalah melalui saluran air yang memadai. Oleh karena itu, persoalan embung ini menjadi perioritas utama untuk dapat diwujudkan pembangunanya di semua desa di Indonesia.

“Dana desa itu diberikan tiap tahun. Untuk bangun embung hanya dibutuhkan anggaran sekitar Rp200-Rp300 juta. Masak itu tidak bisa diwujudkan,” kata dia.

Menurutnya, para kepala desa harus fokus pada pengolahan produk unggulan, sektor pariwisata dan pengembangan potensi lokal. Mengingat, hingga kini, rata-rata penduduk miskin itu kebanyakan berada di wilayah pedesaan.

“Dana desa yang sudah pasti akan kita naikkan jumlahnya itu, wajib dipergunakan membangun masyarakat. Termasuk, pembangunan embung adalah bagin dari cara kita mengentaskan kemiskinan yang berada di desa” ujar Eko Putro Sandjojo. fahrul

Leave A Reply