Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tak Akomodir Produk IKM Lokal, Pemkot Mataram Dinilai Tak Punya Hati

34

MATARAM, DS – Keinginan Gubernur NTB Zulkieflimansyah agar program Jaring Pengaman Sosial (JPS) di kabupaten/kota di wilayahnya, difokuskan untuk menggairahkan kembali ekonomi di sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), nampaknya tidak berlaku di Kota Mataram.

Pasalnya, pada paket pengadaan produk JPS di Mataram untuk tahap pertama, justru tujuh item paket barang. Diantaranya, beras 10 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng satu liter, serta makanan olahan berupa abon ikan.

Berikutnya, sabun sebanyak enam batang serta biskuit empat bungkus. Juga telur sebanyak 10 butir, sama sekali tidak melibatkan para IKM dan UMKM di wilayah Kota Mataram.

Padahal, anggaran pengadaan JPS tahap pertama menelan biaya mencaai Rp 4,240 miliar.

Wakil Ketua Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati mengaku, Pemkot Mataram terkesan kebingungan dalam mengelola program JPS kali ini. Sehingga, roh program JPS guna menggairahkan kembali ekonomi di sektor IKM dan UMKM tidak bisa dilakukan.

“Kami telah sidak dan lihat langsung ke gudang penyedia paket JPS Pemkot Mataram. Hasilnya, produk JPS itu adalah produk pabrikan dan bukan milik IKM dan UMKM lokal Mataram,” ujar Nyanyu menjawab wartawan, Senin (6/7).

Ketua Fraksi PDIP DPRD Mataram itu mengaku, pemkot Mataram tidak peka terhadap dampak pandemi Covid-19 yang dihadapi masyarakatnya. Padahal, semua sektor kehidupan masyarakat di ibukota provinsi NTB sejauh ini, benar-benar sangat terdampak.

Nyanyu menuturkan, dalam kondisi serba kesulitan saat ini, seharusnya Pemkot harus berpihak pada masyarakat. Apalagi, yang punya uang dalam kondisi sulit adalah pemerintah daerah.

“Dengan pengadaan yang memokuskan pada barang-barang pabrikan. Itu artinya, Pemkot tidak pro ke rakyat namun ke pengusaha besar,” tegasnya.

Saat sidak bersama anggota Pansus lainnya ke sejumlah pengusaha penyedia paket JPS Kota Mataram. Nyanyu mengaku, sebanyak tujuh paket barang pengadaan itu, sebenarnya bisa dibuat sendiri oleh IKM dan UMKM lokal di Mataram.

“Jangankan sekadar roti dan makanan olahan. Warga Mataram sudah mampu membuat vaksin rapid test untuk menyembuhkan Covid-19. Makanya, saya bilang jajaran Pemkot ini enggak punya hati pada kondisi masyarakatnya yang sangat membutuhkan uluran tangan pemerintahnya,” jelasnya.

Nyayu juga mengkritisi kemasan produk JPS Pemkot Mataram menggunakan kemasan kardus. Padahal, kemasan itu sekali pakai akan rusak. “Harusnya kemasan itu pakailah produk tas UKM dan IKM kita. Itukan lebih praktis dan bisa memberdayakan dan memberikan nilai tambah pada mereka,” tandasnya.

Sementara itu,  Ketua Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Mataram, Abd Rachman mengatakan, hasil temuan pansus terkait tidak adanya barang produk IKM dan UMKM yang terserap dalam produk JPS akan menjadi catatan utama pihaknya.

“Penggunaan produk pabrikan dan bukan hasil IKM/UMKM ini akan kita sampaikan dalam sidang paripurna. Ini penting agar publik tahu jika roh program JPS tidak bisa dipenuhi para OPD pemkot Mataram,” ungkapnya.

“Kita berharap, kedepan pada pengadaan JPS stimulus ekonomi agar lebih pro pada UKM dam IKM lokal Mataram,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Hj Baiq Asnayati mengaku pengadaan tujuh paket JPS itu tidak diputuskan oleh dirinya. Namun merupakan hasil rapat OPD Pemkot Mataram yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram.

“Rapat dipimpin langsung oleh pak Wali Kota. Jadi, tujuh item paket itu bukan mau saya. Tapi hasil rapat bersama,” kata dia.

Asnayati mengaku jika pilihan mengadakan tujuh item paket JPS dari pabrikan lantaran mepetnya waktu. “Sekali lagi ini hanya soal waktu makanya kita pakai produk pabrikan. Tapi, Insya Allah pada paket JPS tahap dua dan tiga kita akan perbaiki polanya untuk bisa mengkover produk IKM dan UMKM lokal,” ujarnya.

“Kami sudah bersurat ke Dinas Koperasi dan UMKM Kota Mataram untuk melakukan pendataan UKM dan IKM di Mataram untuk kita bisa beli paket produk mereka kedepannya,” sambung Baiq Asnayati. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.