Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tak Ada Nama Pathul di Pilkada Loteng

676
Ahmad Syamsul.Hadi

MATARAM, DS – Arah dukungan DPD Partai NasDem Lombok Tengah (Loteng) di Pilkada tahun 2020 telah mengerucut pada pasangan Ir. H. Dwi Sugiyanto, MM dan Drs. H. L. Normal Suzanna sebagai bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Loteng.

Bahkan, surat usulan rekomendasi pengajuan surat keputusan (SK) pada pasangan Dwi-Normal telah diajukan pengurus DPD NasDem Loteng ke DPP dengan sepengerahuan pengurus DPW NasDem Provinsi NTB.

“Jadi, enggak benar informasi diluaran jika NasDem telah berpaling ke paslon lain. Termasuk, kabar yang menyebutkan masuknya calon petahan Pathul Bahri,” ujar Sekretaris DPD NasDem Loteng, Ahmad Syamsul Hadi menjawab wartawan melalui pesan tertulisnya, Rabu (15/7).

Ahmad mengaku perlu meluruskan informasi yang menyesatkan terkait masuknya namanya Pathul Bahri yang kini masih aktif menjabat sebagai Wakil Bupati Loteng.

Menurut dia, Pathul Bahri merupakan bakal calon bupari yang masuk mendaftar melalui DPW Partai NasDem NTB. Oleh karena itu, jika ada usulan pihaknya mengajukan nama Pathul belakangan ke DPP, dipastikan hal itu tidak benar.

“Kalau kami di DPD proses penjaringan sudah klear dan sudah kita usulkan ke DPP. Yakni, paslon Dwi-Normal. Jadi, enggak ada nama Pathul di usulan DPD, kalau usulan DPW, silahkan itu hak DPW,” tegas Memet–panggilan akrabnya itu.

Terkait koalisi di Pilkada Loteng. Ahmad menuturkan, jika koalisi NasDem bersama Hanura, PDIP dan PAN, sejauh ini merupakan koalisi yang menjalin komunikasi intensif dalam proses politik pilkada di Lombok Tengah.

Dimana, kata dia, empat parpol telah memberikan tenggat waktu hingga akhir Juni 2020 kepada paslon Dwi-Normal untuk mencari dukungan partai yang kursinya bisa mencukupi syarat pendaftaran di KPU.

“Sayang, hal tersebut sampai hari ini belum membuahkan hasil. Tetapi komunikasi tetap berjalan baik dengan keduanya. Bahkan, saya dan mitra koalisi masih solid serta menunggu kepastian lobi-lobi yang juga tengah dimatangkan oleh Pak Dwi dengan parpol lainnya,” jelas Ahmad.

Ia menegaskan, dari hasil komunikasinya dengan pihak DPP NasDem, sejauh ini, proses rekomendasi berupa SK sedang digodok oleh tim DPP. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen akan patuh dan taat pada keputusan jenjang yang lebih atas.

“Kami bersifat menunggu. Insya Allah, jika SK DPP terbit sebagai kader jelas akan kita amankan penuh keputusan DPP itu,” tandas Ahmad Syamsul Hadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.