BSK Samawa

Tahun 2024, Insentif Untuk Guru Ngaji di Lombok Timur Ditiadakan

Huzaefah

SELONG, DS- Pemkab Lombok Timur meniadakan pemberian insentif untuk para guru ngaji di Tahun 2024 mendatang. Hal itu akibat kondisi anggaran daerah yang sangat terbatas.

Insentif guru ngaji merupakan salah satu program yang digagas oleh pemerintahan priode bupati dan wakil bupati Sukiman- Rumaksi. Pemberian insentif ini merupakan salah satu bentuk perhatian yang diberikan oleh Pemkab Lombok Timur.

” Insentif guru ngaji di tahun 2024 mendatang ditiadakan dikarenakan anggaran daerah tidak mencukupi untuk membiayai hal tersebut, ” kata Kabag Kesra Setdakab Lombok Timur, Huzaefah

Meskipun tidak lagi dianggarkan melalui Kesra,paparnya, namun Pemkab Lombok Timur memberikannya melalui Badan Amil Zakat Infak dan Shodaqoh (BAZNAS) ” Sebenarnya tidak ada penghapusan walaupun kondisi keuangan daerah masih belum stabil. Dan ini sudah dibahas oleh pak. bupati dengan Baznas. Insyallah tetap akan diberikan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, Kesra merupakan bagian yang menangani urusan sosial kemasyarakatan sehingga dia berharap guru ngaji tetap mendapat perhatian. Karna menurutnya, guru ngaji orang-orang yang ikhlas dan berkerja tanpa pamrih.

“Maka saya berharap ada perhatian yang lebih kepada guru-guru ngaji kita, apalagi ini cuma satu kali dalam 1 tahun jadi sangat wajar,”harapnya

Di tahun 2024 mendatang Kesra akan lebih fokus menyalurkan bantuan untuk sejumlah masjid, Musholla, TPQ dan lembaga lainnya. Hal itu tak lepas mengacu pada proposal yang masuk pada bulan Desember 2023. Bantuan yang diberikan berupa semen yang bersumber dari dana Pokir para anggota dewan dan hibah bupati dengan total nilai 1 miliar.

Sampai saat ini, terang Huzaefah, sudah ada 125 pengajuan permohonan bantuan proposal. Adapun jumlah semen yang akan diberikan tetap mengacu pada jumlah permintaan yang tertuang dalam proposal yang diajukan. Namun tetap juga dilihat dari kondisi setelah dilakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan berapa kebutuhan masyarakat.

“Biasanya masjid setelah kita survei diberikan 100 sampai 150 sak, sedangkan untuk musholla 50, itu teknik-tekniknya nanti untuk meratakan, karena tentu masjid tidak sama kebutuhannya dengan musholla,” ujar dia.

Pemberian bantuan semen ini juga disesuaikan dengan permintaan yang masuk ke anggota dewan. Dalam arti kalau anggota dewan mempunyai Pokir Rp. 100 juta, maka akan diberikan ke mereka yang telah terdaftar namanya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.