Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tabung Oksigen di Mataram Mulai Langka, Najamuddin Desak Gubernur NTB Sidak Distributor

176

FOTO. H. Najamuddin Mustafa. (FOTO. RUl)

MATARAM, DS – Ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro dalam menyikapi lonjakan kasus Covid-19 di NTB, belakangan terjadi kelangkaan tabung oksigen. Bahkan, jika pun ada, harga yang dijual melambung melampaui harga eceran tertinggi (HET).

Anggota Komisi I DPRD NTB bidang Hukum dan Pemerintahan, H. Najamuddin Mustafa, menyayangkan adanya kelangkaan tabung oksigen itu. Pihaknya meminta gubernur bersama para bupati dan wali kota di NTB h bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang para distributor.

“Kami minta polisi harus tegas. Ini karena tabung gas oksigen itu sangat vital untuk penanganan Covid-19, namun dipermainkan. Maka, pilihan jika distributor itu bermain harus dicabut saja izinnya,” tegas Najamuddin pada wartawan, Kamis (8/7).

Politisi PAN itu mendaku, dalam situasi darurat saat ini, pemenuhan tabung gas oksigen yang sangat dibutuhkan oleh para pasien di semua rumah sakit di wilayah NTB.

Sehingga, distribusinya harus dikontrol dan diawasi secara ketat oleh pemerintah. Harapannya, masyarakat dapat membeli tabung oksigen dengan harga terjangkau.

Khususnya, bagi mereka yang tengah melakukan isolasi mandiri di rumahnya. “Tugas pemerintah, utamanya Pak Gubernur dan Bupati serta Wali Kota itu adalah memastikan harga tabung gas itu, terjangkau. Jadi, jika ada yang main-main seperti kondisi sekarang ini, kita dorong agar izin distributor itu dicabut sebagai konsekuensi,” jelas Najamuddin.

“Ingat, tabung gas itu adalah soal nyawa manusia, maka bila perlu negara yang pegang stoknya,” sambung Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD NTB itu.

Dalam kesempatan itu. Najamuddin juga mendorong Pemprov NTB berkerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga pihak Kepolisian untuk mengawasi pasokan, harga serta persaingan penjualan tabung gas oksigen untuk penanganan Covid-19 yang beredar di pasaran.

“Saya minta KPPU dan Kepolisian untuk memberikan peringatan tegas hingga sanksi penutupan sementara kepada oknum yang terbukti memainkan harga atau menimbun tabung gas oksiegen. Bila perlu diberikan efek jera bagi oknum dan pengusaha agar dapat menjual obat dengan harga sesuai HET,” jelas Najamuddin.

“Saya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Jadi, mengutamakan pasien Covid-19 yang dalam keadaan lebih membutuhkan tabung oksigen harus diutamakan terlebih dahulu,” sambung dia. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.