Menu

Mode Gelap

Politik · 10 Jun 2022 17:50 WITA ·

Surat PAW Wakil Ketua DPRD Belum ke Mendagri, Gerindra NTB Pertanyakan Sikap Gubernur


					FOTO. Sekretaris DPD Gerindra NTB Ali Usman Alkhaery saat memimpin rapat fraksi Gerindra DPRD NTB di kantor DPRD setempat. (FOTO. RUL/DS). Perbesar

FOTO. Sekretaris DPD Gerindra NTB Ali Usman Alkhaery saat memimpin rapat fraksi Gerindra DPRD NTB di kantor DPRD setempat. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Fraksi Gerindra DPRD NTB mempertanyakan sikap Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, yang hingga kini belum melanjutkan surat pergantian antar waktu (PAW) Wakil Ketua DPRD dari Mori Hanafi ke Nauvar Farinduan.

Padahal, jika merujuk aturan yang berlaku, yakni PP Nomor 12 tahun 2018, pada pasal 38 ayat 2, digariskan bahwa gubernur sebagai wakil pemerintah pusat harus menyerahkan paling lambat tujuh hari kerja terhitung sejak DPRD Provinsi telah menerbitkan keputusan pada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Sedangkan surat dari Sekretariat DPRD NTB telah dikirimkan pada 10 Mei 2022 lalu.

“Wajarlah, kami perlu bertanya ke gubernur, kenapa surat pergantian Wakil ketua DPRD dari Gerindra kok belum diteruskan ke Mendagri. Jika memang ada yang perlu kami penuhi, maka dong kami dikabari apa yang perlu dilengkapi,” ujar Sekretaris DPD Gerindra NTB Ali Usman Alkhaery pada wartawan usai memimpin rapat fraksi Gerindra DPRD NTB, Jumat Sore (10/6).

Menurut Ali, kehadirannya untuk memimpin rapat fraksi kali ini lantaran DPP Gerindra yang sudah menerbitkan surat PAW tersebut terus mempertanyakan tindak lanjut dari surat yang sudah mereka terbitkan.
Karena itu, rapat kali ini adalah upaya Partai Gerindra NTB untuk melacak akar persoalan kenapa surat DPP yang sudah ditindaklanjuti dengan rapat paripurna DPRD NTB tersebut mandek hingga kini.

“SK DPP soal pergantian Wakil ketua DPRD NTB itu, adalah kepentingan Partai Gerindra. Maka, kami berharap gubernur sebagai pembina parpol untuk bisa mematuhi produk dari DPRD NTB dan kepentingan Prabowo dan konstitusional partai Gerindra,” tegas Ali.

Pada rapat yang dihadiri seluruh anggota fraksi Gerindra, termasuk Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB Sudirsjah Sujanto. Ali yang juga Calon Gubernur Gerindra itu mendaku, pihaknya memahami manakala surat yang dikirimkan DPRD pada sekitar 10 Mei lalu, terhalang banyaknya agenda libur nasional, yakni Libur Waisak dan Kenaikan Isa Al-Masih.

Namun dengan durasi yang sudah mencapai satu bulan lamanya, tentunya DPP Gerindra juga terus memonitor SK yang telah mereka terbitkan tersebut.

“Sebagai pemegang mandat partai, wajar dong saya bertanya ke pak Gubernur soal apa salahnya Partai Gerindra. Apalagi, Pak Gubernur kan adalah pembina partai politik di daerah. Tentunya, pemangku konsitusi wajib juga menjalankan hasil konstitusi yang sudah berproses dengan baik itu,” jelas Ali.

Ia berharap Gubernur NTB harus patuh dan taat pada konstitusi, apalagi aturan sudah mengharuskan bahwa proses pergantian antar waktu itu, memiliki masa waktu yakni, tujuh hari setelah ditetapkan di paripurna DPRD untuk diproses juga selama tujuh hari.

Selanjutnya, dikirimkan ke Mendagri dengan durasi waktu tujuh hari sesuai jam kerja.

“Kami hanya minta pemangku amanah untuk konsisten menjalankan konstitusi dan bukan mengabaikan konstitusi yang sudah berjalan itu,” tandas Ali Usman Alkhaery. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Civitas Akademika Unhas Sebut TGB Layak jadi RI 1 atau RI 2

11 Juni 2022 - 18:05 WITA

Selamat Hari Pancasila

1 Juni 2022 - 16:11 WITA

Hari Lahir Pancasila, PDIP NTB Gaungkan Tanam Pohon Produktif di Tempat Ibadah

1 Juni 2022 - 16:09 WITA

Zakiy : “Ungkapan Pak SBY Sometime We Win, Sometime We Learn jadi Spirit Bangun Kebersamaan Kader Demokrat Mataram

27 Mei 2022 - 16:10 WITA

Daftar Ketua Demokrat Mataram, Imam “Gas Poll” Diantar Zaini dan Ustad Ahda

23 Mei 2022 - 17:42 WITA

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan

21 Mei 2022 - 16:59 WITA

Trending di Politik