Berbagi Berita Merangkai Cerita

Suplai Air Bersih dari Spam Tutuk ke Sekaroh Terhenti

96
Bambang Suprayitno

SELONG, DS – Spam Sumur Tutuk di Desa Jerowaru, sempat membersitkan asa masyarakat selatan Lombok Timur karena terpenuhinya kebutuhan air bersih di daerah rawan kekeringan tersebut setelah proyek senilai hampir mencapai Rp. 4 milyar itu tuntas pengerjaannya. Namun, air bersih ke sana justru terhenti akibat pipanya meledak.

Pemerintah kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) sendiri telah menyiapkan 95 Sambungan Rumah (SR) di dusun Pengoros, dan Aro Inak, Desa Sekaroh, untuk dilayani pada tahap percobaan. Spam Tutuk dan 95 SR tersebut juga telah dihibahkan kepada PDAM untuk dikelola.


Menanggapi tersendatnya suplai air ke desa Sekaroh, Direktur Utama (Dirut) PDAM Lombok Timur, Bambang Suprayitno tak menampiknya.

“Empat hari, betul dia tidak menerima itu (suplai air,red). Karena apa? Kita get airnya, kita besarkan. Meledak pipanya,” kata Bambang.


Langkah tersebut dikatakannya, sebagai bagian dari pengembangan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang lebih luas. Sehingga dilakukan upaya peningkatan debit air agar dapat melayani masyarakat lainnya.


“Kita berfikir pengembangannya. Di Pengoros saja ada sekitar 200 KK yang harus kita layani. Tentunya debit air juga harus kita tingkatkan juga,” ujarnya.


Bantuan dari PUPR bagi PDAM tersebut disebutnya tidak dihajatkan untuk melayani lebih dari 95 SR. Maka, dilakukanlah upaya perbaikan sistem.
Selain perbaikan sistem, ditengah keterbatasan anggatan, pihaknya berusaha melakukan peningkatan pelayanan, dengan memanfaatkan sumber daya yang terbengkalai. Seperti reservoar yang sudah lama tak diabaikan.


“Dan tidak hanya berbicara Sekaroh saja. Tentunya kita berbicara juga bagaimana ke Serewe, Kuang Rundun, bagaimana ke lainnya. Ini sekarang kita berbenah,” pungkasnya.


Kondisi pipa yang rata-rata berusia diatas 30 tahun juga menjadi kendala bagi PDAM dalam memberikan pelayanan maksimal. Dicontohkannya, untuk kota Selong saja, sekitar 30% pipa PDAM dalam kondisi yang memprihatinkan.


Untuk penggantian pipa saja dibutuhkan biaya sebesar Rp 4 – 7 milyar. Belum termasuk biaya pekerjaan galian dan penimbunan.


“Masalah air ini bukan hanya masalah Pemkab, bukan hanya masalah provinsi, tapi sangat dimonitor oleh Pusat,” tandasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.