Berbagi Berita Merangkai Cerita

SUMBAWA RAIH PENDAPATAN DARI SATU HOTEL RP 3 MILIAR SETAHUN, FESTIVAL MOYO DIGELAR

0 7

SUMBAWA,DS-Bupati Sumbawa, H. HusniI Jibril menjelaskan pendapatan Sumbawa dari satu hotel berbintang bisa mencapai 3 miliar pertahun, apalagi kalo banyak hotel.
“Mari segera kita tuntaskan grand design induk pariwisata. Jika langkah-langkah ini bisa kita implementasikan maka mimpi pariwisata Sumbawa maju akan terwujud,” Pungkasnya.

Bupati Sumbawa nampak sangat gembira dengan terselenggaranya festival Pesona Moyo yang berlangsung sangat meriah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi yang telah mendukung dan menginisiasi kegiatan tersebut Sehingga masuk sebagai kalender event pariwisata NTB.

Husni Jibril meminta kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, H. Muhammad Lalu Fauzal, MSi untuk memperhatikan potensi pariwisata yang dimiliki Sumbawa saat ini. Sehingga, target nasional untuk kunjungan wisatawan sebesar 3,5 juta di NTB bisa tercapai.

Sekretaris Daerah Sumbawa, Drs. H. Rasydi, selaku ketua panitia melaporkan Festival Pesona Moyo sudah diselenggarakan sebanyak 6 kali sejak tahun 2012. Dan tahun 2017 ini, penitia mengangkat tema “Pengembangan Pariwisata, Ekonomi Kreatif Dan Investasi”.

Kegiatan ini bertujuan untuk menggerakkan pembangunan dan UMKM sebagai basis pengembangan ekonomi masyarAkat. Juga, memperkenalkan pesona keindahan alam, budAya dan kuliner guna mendungkung peningkatan kunjungan wisatawan khusunya di Pulau Sumbawa.

Sejak diluncurkan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, 18 Agustus 2017 lalu, pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata telah menggelar berbagai event yang masuk dalam agenda Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017. Salah satu dari 28 acara utama dan 39 rangkaian acaranya adalah Festival Moyo, yang digelar di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Minggu malam (10/09/17).

Festival Moyo tahun ini terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya dilaksanakan siang hari dan terkesan seremonial, maka tahun ini kegiatannya dilaksankan pada malam, terkesan santai, romantis, syahdu dan penuh kemeriahan. Apalagi ditampilkan pertunjukan tarian budaya dari suku Sasak, Samawa dan Mbojo, yang menghibur seluruh tamu dan masyarakat yang turut menyaksikan agenda tahunan tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung sebulan penuh, dari 10 September hingga 8 Oktober 2017 mendatang.

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin SH, MSi, saat membuka acara tersebut menegaskan, kegiatan semacam ini harus mampu dimanfaatkan sebagai ajang untuk membangkitkan seni budaya dan ekonomi kreatif dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata yang berdampak besar bagi tumbuhnya sektor-sektor lain.

Pemerintah Provinsi, menurut Wagub kelahiran Sumbawa itu, memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan patiwisata. Terlebih, pembangunan infrastruktur dasar seperti air, listrik, jalan, fasilitas keamanan daerah, lembaga pelaku wisata terus dilakukan dan ditata dengan baik. Jika ini sudah disiapkan maka secara otomatis pengembangan pariwiata di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa akan berjalan semakin maju.

TIDAK ADA DISPARITAS LOMBOK-SUMBAWA
Di sisi lain, Wagub juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus mengembangkan pembangunan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa secara proporsional sesuai dengan potensi dan sumber daya yang tersedia. Ia memastikan tidak ada disparitas perlakuan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Hanya saja kedua pulau besar tersebut memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang berbeda.

Adapun rangkaian kegiatannya meliputi Karnaval, Pawai Budaya, Pegelaran Budaya, Pameran Expo UMKM, Temu Usaha UMKM, Dialog Pariwisata, Jambore Kader Konserpasi, Jelajah Alam Pulau Moyo, Main Jaran, Melala Satu Muharam, Balap Sampan, Mision Contest, Diskusi Budaya, Focus Group Discussion Pariwisata, Gebyar Pesta Jagung, Rantok 1000 Denek, Samawa Sepuloka, Pentas Budaya Empang, Barapan Kebo dan dll.
Pembukaan acara tersebut juga dihadiri Wakil DPR NTB, TGH. Mahalli Fikri dan perwakian dari deputi bidang pengembangan pemasaran pariwisata nusantara Kemenpar Moh. Hairul Anwar, Kabid wisata dan pasar wisata Alam Asdep Analis Data Pasar, para tokoh adat, budayawan, pejabat Pemkab dan masyarakat Sumbawa.hms

Leave A Reply