Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sumbang Penurunan Angka Kemiskinan, Dewan Minta Dinas Perdagangan NTB Lakukan Pasar Murah

0 16

MATARAM, DS – Anggota DPRD NTB Fraksi NasDem, Raihan Anwar, mengatensi kinerja Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani bersama TPID pemprov NTB yang intensif melaksanakan kegiatan pasar murah di sejumlah wilayah di Kota Mataram beberapa bulan terakhir ini.

Pasalnya, kegiatan pasar murah itu menjadi salah satu faktor yang menempatkan laju penurunan kemiskinan di NTB bersama faktor lainnya yang membuat posisi NTB tercepat kedua di Indonesia pada Maret 2019 sesuai rilis BPS beberapa hari lalu.

“Saya harapkan, kegiatan positif yang membantu rakyat miskin agar diperbanyak karena itu efektif untuk menyumbang penurunan angka kemiskinan melalui kegiatan pasar murah itu,” ujar Raihan menjawab wartawan, Senin (20/1).

Menurut Raihan jika merujuk rilis BPS, maka keberhasilan pemprov NTB dalam mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok di NTB, menunjukkan, hingga Desember 2019, inflasi di NTB hanya mencapai 1,8 persen. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang target inflasi pemerintah di angka 3,5±1 persen.

“Wajarlah, jika kta dorong kegiatan pasar murah itu dilakukan di semua wilayah NTB karena sample di Mataram sebagai ibukota NTB sangat berhasil, sehingga perlu ditularkan ke wilayah lainnya di NTB,” kata Anggota Komisi I DPRD NTB itu.

Diketahui, berdasarkan data yang dirilis Kepala BPS Provinsi NTB, Suntono, maka pada bulan Maret 2019, jumlah penduduk miskin di NTB mencapai 735,96 ribu jiwa atau sebesar 14,56 persen dari jumlah penduduk. Sementara, berdasarkan data September 2019, penduduk miskin NTB turun menjadi 705,68 ribu jiwa (13,88 persen).

Suntono menjelaskan, penurunan angka kemiskinan NTB itu sebesar 0,68 persen. Alhasil, dari capaian itu menempatkan NTB sebagai provinsi dengan laju penurunan kemiskinan tercepat kedua di Indonesia. “Papua menjadi yang tercepat di Indonesia dengan penurunan mencapai 0,98 persen,” ujarnya.

Pada September 2019, jumlah penduduk miskin pada daerah perkotaan di NTB tercatat sebesar 365,05 ribu orang atau 14,85 persen. Sementara, penduduk miskin di daerah perdesaan NTB sebesar 340,63 ribu orang atau 12,97 persen.

Capaian menggembirakan yang diraih Provinsi NTB ini dipicu oleh sejumlah faktor. Beberapa faktor tersebut antara lain, keberhasilan dalam mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok di NTB. Data BPS menunjukkan, hingga Desember 2019, inflasi di NTB hanya mencapai 1,8 persen. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang target inflasi pemerintah di angka 3,5±1 persen.

Faktor lain adalah terjaganya, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB. Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian, terjaganya NTP ini membuat konsumsi penduduk juga terkatrol.

Suntono menyebutkan, NTP NTB naik 4,16 persen dalam satu tahun. Hal ini mengindikasikan keberhasilan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan masyarakat pertanian NTB.RUL.

Leave A Reply